Jakarta: Arah putaran jarum jam dinding yang bergerak ke kanan atau searah jarum jam merupakan hasil adaptasi dari instrumen penanda waktu kuno. Standar universal ini memiliki kaitan erat dengan pengamatan astronomis yang dilakukan oleh peradaban manusia ribuan tahun lalu.
Pengaruh Jam Matahari Kuno
Konsep awal penentuan waktu bermula dari
penggunaan jam matahari atau sundial oleh peradaban besar seperti Mesir dan Mesopotamia. Karena peradaban tersebut terletak di belahan Bumi utara, pergerakan matahari menjadi acuan utama dalam menentukan durasi waktu harian.
Berikut adalah poin-poin asal-usul konsep awal berdasarkan pengamatan matahari:
- Lokasi Geografis: Peradaban kuno seperti Mesir, Babilonia, Yunani, dan wilayah Sungai Kuning berada di belahan Bumi utara yang memengaruhi cara mereka melihat pergerakan benda langit.
- Pengamatan Matahari: Di wilayah utara, matahari terbit di timur, bergerak melintasi sisi selatan, kemudian terbenam di wilayah barat.
- Pergerakan Bayangan: Bayangan tongkat atau gnomon pada pagi hari menunjuk ke arah kiri dan secara bertahap bergeser ke arah kanan seiring pergerakan matahari menuju sore hari.
- Standar Awal: Pola pergerakan bayangan dari sisi kiri ke kanan ini menjadi dasar bagi manusia kuno untuk menandai transisi waktu.
Pergeseran bayangan yang konsisten tersebut menciptakan memori kolektif mengenai bagaimana waktu seharusnya direpresentasikan secara visual. Hal ini kemudian menjadi landasan teknis ketika teknologi pencatat waktu mulai berkembang ke tahap mekanis.
Transisi ke Jam Mekanik
Ketika jam mekanik pertama kali dikembangkan di Eropa pada abad pertengahan, para penemu mengadopsi pola yang sudah dikenal luas tersebut. Eropa yang terletak di belahan Bumi utara membuat para pembuat jam meniru arah putaran bayangan jam matahari pada sistem roda gigi mereka.
Berikut adalah kronologi adopsi standar putaran jam tersebut:
- Penemuan di Eropa: Pembuat jam pada abad pertengahan merancang jarum jam agar berputar mengikuti arah pergerakan bayangan pada jam matahari.
- Adopsi Standar: Arah putaran dari kiri ke kanan yang dikenal dengan istilah clockwise akhirnya ditetapkan menjadi standar universal oleh seluruh pembuat jam di dunia.
- Faktor Geopolitik Peradaban: Dominasi peradaban belahan Bumi utara dalam ilmu pengetahuan memastikan bahwa standar ini tidak berubah meskipun di belahan Bumi selatan pergerakan bayangan matahari terjadi sebaliknya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa arah putaran jam saat ini bukanlah sebuah kebetulan matematis, melainkan hasil
warisan geografis. Jika peradaban besar pencipta konsep waktu lahir di belahan Bumi selatan, kemungkinan besar jarum jam saat ini akan berputar ke arah kiri.
Hingga saat ini, putaran ke kanan telah menjadi identitas global yang tidak terpisahkan dari teknologi penunjuk waktu manual maupun digital. Sejarah ini menegaskan bahwa kebiasaan manusia dalam membaca waktu sangat dipengaruhi oleh posisi tempat tinggal mereka terhadap matahari.
(Daffa Yazid Fadhlan)