Pramono Minta Bentrokan Matraman Diselesaikan dengan Kepala Dingin

28 July 2026 18:04

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta masyarakat menahan diri dan tidak terprovokasi pascabentrokan antarwarga yang terjadi di Jalan Matraman, Menteng, Jakarta Pusat. Ia berharap setiap potensi konflik dapat diselesaikan dengan kepala dingin agar Jakarta tetap menjadi rumah yang aman bagi siapa saja.

“Bahwa kemudian ada persoalan seperti di Matraman, itu adalah realitas yang ada. Tetapi saya meminta kepada semuanya untuk menahan diri dan kita menyelesaikan dengan kepala dingin. Mudah-mudahan Jakarta tetap aman, nyaman, dan terbuka bagi siapa saja,” ucap Pramono dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Selasa, 28 Juli 2026.

Pramono menegaskan Jakarta merupakan kota terbuka yang menjunjung tinggi keanekaragaman etnis dan budaya. Menurutnya, harmoni yang telah terjaga selama ini tidak boleh rusak oleh konflik sosial.

"Jakarta ini adalah kota yang sangat terbuka. Keanekaragaman di Jakarta itu selama ini terjaga dengan baik. Sehingga saya betul-betul tidak mau ada isu berkaitan dengan etnisitas di Jakarta, karena Jakarta yang sudah aman, nyaman, tentram,” ujar Pramono. 
 



Diketahui, bentrokan itu pecah di kawasan Jalan Tambak, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu, 26 Juli 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut penyelidikan awal kepolisian, bentrok bermula dari tindakan dua orang pengendara sepeda motor yang menggeber kendaraannya di depan pedagang nasi uduk dekat Masjid Jami Matraman, Jalan Matraman Dalam.

Setelah ditegur akibat bising, kedua orang tersebut pergi lalu kembali membawa lima rekannya untuk merusak gerobak pedagang dan menganiaya warga. Aksi memicu perlawanan massa hingga meluas ke Jalan Tambak dan berlanjut dengan aksi saling lempar batu.

Tragedi ini berujung pada terbakarnya bangunan serta sejumlah kendaraan di lokasi kejadian. Polisi yang tiba di lokasi berupaya meredam bentrokan, mengevakuasi para korban, dan mengamankan beberapa orang untuk proses pemeriksaan.

Sebanyak dua korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Satu korban berinisial K (23), meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis, sedangkan satu korban lainnya masih dalam kondisi kritis.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X