TNI-Polri Masih Berjaga Usai Bentrokan di Kawasan Menteng

28 July 2026 17:15

Aktivitas masyarakat di kawasan Menteng, Jakarta Pusat telah kembali normal setelah bentrokan warga yang terjadi di kawasan Menteng, Jakarta, pada Minggu, 28 Juli 2026. Meski demikian, aparat gabungan TNI-Polri masih disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Dikutip dari tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Selasa, 28 Juli 2026, situasi di kawasan Menteng sudah berangsur kondusif. Aktivitas masyarakat maupun pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah berjalan seperti biasa.

Meski situasi terkendali, aparat gabungan TNI-Polri masih berjaga di sekitar lokasi untuk memantau perkembangan kondisi keamanan. Personel gabungan baru akan ditarik apabila situasi dipastikan benar-benar aman.
 



Sebelumnya, perwakilan warga Matraman dan perwakilan keluarga korban insiden di Matraman, Jakarta Timur sepakat menjaga situasi tetap kondusif dan menghormati proses hukum yang ditangani Polda Metro Jaya.

Kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan yang difasilitasi Kapolda Metro Jaya bersama aparat setempat. Warga dan perwakilan keluarga korban telah mencapai kesepakatan damai dengan harapan hubungan baik antar masyarakat tetap terjaga, serta peristiwa serupa tidak terulang.


Peristiwa bentrokan itu pecah di kawasan Jalan Tambak, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu, 26 Juli 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut penyelidikan awal kepolisian, bentrok bermula dari tindakan dua orang pengendara sepeda motor yang menggeber kendaraannya di depan pedagang nasi uduk dekat Masjid Jami Matraman, Jalan Matraman Dalam.

Setelah ditegur akibat bising, kedua orang tersebut pergi lalu kembali membawa lima rekannya untuk merusak gerobak pedagang dan menganiaya warga. Aksi tersebut memicu perlawanan massa hingga meluas ke Jalan Tambak dan berlanjut dengan aksi saling lempar batu.

Insiden ini berujung pada terbakarnya bangunan serta sejumlah kendaraan di lokasi kejadian. Polisi yang tiba di lokasi berupaya meredam bentrokan, mengevakuasi para korban, dan mengamankan beberapa orang untuk proses pemeriksaan.

Sebanyak dua korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Satu korban berinisial K, 23, meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis, sedangkan satu korban lainnya masih dalam kondisi kritis.

 

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X