Jakarta: Banyak orang masih menganggap Imlek, Chinese New Year, dan Lunar New Year sebagai istilah yang memiliki arti sama. Padahal, ketiganya memiliki makna dan cakupan yang berbeda meskipun saling berkaitan dengan perayaan tahun baru berbasis kalender bulan.
Perbedaan Imlek, Chinese New Year, dan Lunar New Year
Berikut penjelasan perbedaannya:
1. Lunar New Year
Lunar New Year merupakan istilah paling umum yang berarti “Tahun Baru berdasarkan kalender lunar,” yaitu sistem penanggalan yang mengikuti siklus bulan.
National Geographic menjelaskan bahwa perayaan tahun baru lunar tidak hanya dilakukan di China, tetapi juga dirayakan di sejumlah negara Asia seperti Vietnam dan Korea Selatan dengan tradisi yang khas di masing-masing budaya.
2. Chinese New Year
Istilah ini lebih spesifik merujuk pada perayaan tahun baru yang berasal dari budaya Tionghoa. Mengutip
Encyclopaedia Britannica, Chinese New Year identik dengan tradisi makan malam keluarga, pemberian amplop merah atau angpao, pertunjukan barongsai, serta dekorasi lampion. Perayaannya biasanya berlangsung hingga 15 hari dan ditutup dengan Festival Lampion.
3. Imlek
Di Indonesia, masyarakat lebih akrab dengan istilah “Imlek.” Mengutip
China Highlights, kata ini berasal dari dialek Hokkien, yaitu “
yin li,” yang berarti kalender bulan. Penggunaan istilah tersebut berkembang seiring sejarah komunitas Tionghoa di Indonesia, sehingga menjadi sebutan lokal untuk Chinese New Year.
Secara sederhana, Lunar New Year adalah istilah global, Chinese New Year merujuk pada tradisi khas Tionghoa, sementara Imlek merupakan penyebutan yang telah beradaptasi dengan bahasa dan budaya Indonesia.
Memahami perbedaan istilah ini bukan hanya soal penggunaan kata yang tepat, tetapi juga membantu masyarakat mengenal akar budaya di balik perayaan tersebut. Dengan begitu, keberagaman tradisi dapat semakin dihargai sebagai bagian dari kekayaan budaya dunia.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Calista Vanis)