Ilustrasi. Foto: Dok Adobestock
Uni Eropa Peringatkan Krisis Harga Energi Imbas Konflik Timur Tengah
Eko Nordiansyah • 27 September 2026 08:40
Brussel: Uni Eropa memperingatkan negara-negara anggotanya mengenai potensi krisis harga energi yang terkait dengan konflik di Timur Tengah, serta mendesak pemerintah untuk bersiap menghadapi musim dingin dengan membatasi permintaan dan terus mengisi fasilitas penyimpanan gas.
Komisaris Energi UE, Dan Jorgensen, dalam sebuah surat kepada para menteri energi menyatakan bahwa ketergantungan blok tersebut pada impor bahan bakar fosil telah membuatnya rentan terhadap gejolak pasar energi. Ia juga menyerukan persiapan mendesak menjelang musim pemanasan.
"Kita sedang menghadapi krisis harga yang berkaitan dengan krisis pasokan," tulis Jorgensen, menurut laporan Bloomberg dikutip dari Investing, Minggu, 27 September 2026.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Harga gas di Eropa melonjak
Harga gas Eropa telah melonjak lebih dari dua kali lipat sejak dimulainya perang yang dipimpin AS melawan Iran pada akhir Februari, bahkan sempat mencapai level tertinggi sejak akhir tahun 2022 pada awal bulan ini.Tingkat pengisian fasilitas penyimpanan gas UE tercatat sedikit di atas 70 persen, angka yang berada di bawah rata-rata musiman sebesar 86 persen, karena harga jangka pendek yang lebih tinggi membuat kegiatan pengisian gas selama musim panas menjadi kurang ekonomis, menurut laporan tersebut.
Jorgensen dilaporkan mengatakan bahwa pemerintah dapat memanfaatkan fleksibilitas dalam aturan penyimpanan gas UE untuk menurunkan target pengisian menjadi 80 persen guna meredakan tekanan terhadap harga dan biaya pengisian ulang.
Ia juga mendesak negara-negara untuk tetap melakukan pengisian gas jika diperlukan serta mengurangi permintaan gas dan listrik selama masa yang dibutuhkan, demikian dilaporkan Bloomberg.