Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Komjen Suyudi Ario Seto. Foto: Tangkapan layar Youtube Metro TV
Jalan Panjang Suyudi Ario Seto Menuju Kursi Kapolri
Muhamad Marup • 1 October 2026 15:15
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Suyudi menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Jalan panjang Suyudi menuju kursi Kapolri ditempa dari dunia reserse dan penyidikan. Puluhan tahun kariernya dihabiskan melalui berbagai posisi di Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, hingga sejumlah jabatan pimpinan di daerah.
Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Kariernya banyak berkaitan dengan bidang reserse, mulai dari Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kanit Jatanras Polda Metro Jaya, hingga Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota dan Jakarta Barat.
Ia kemudian mendapat sejumlah penugasan kewilayahan. Suyudi pernah memimpin Polres Majalengka, Polres Bogor, Polresta Bogor Kota, dan Polres Metro Jakarta Pusat.
Pada 2019, Suyudi dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya. Empat tahun kemudian, ia menjabat Wakapolda Metro Jaya sebelum ditunjuk sebagai Kapolda Banten pada 2024.
Jalan panjang Suyudi menuju kursi Kapolri ditempa dari dunia reserse dan penyidikan. Puluhan tahun kariernya dihabiskan melalui berbagai posisi di Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, hingga sejumlah jabatan pimpinan di daerah.
Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Kariernya banyak berkaitan dengan bidang reserse, mulai dari Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kanit Jatanras Polda Metro Jaya, hingga Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota dan Jakarta Barat.
Ia kemudian mendapat sejumlah penugasan kewilayahan. Suyudi pernah memimpin Polres Majalengka, Polres Bogor, Polresta Bogor Kota, dan Polres Metro Jakarta Pusat.
Pada 2019, Suyudi dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya. Empat tahun kemudian, ia menjabat Wakapolda Metro Jaya sebelum ditunjuk sebagai Kapolda Banten pada 2024.
Jejak Penanganan Kasus
Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto saat menjalani uji kelayakan Calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di DPR. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/sgd/kye
Pengalaman Suyudi di bidang reserse juga terlihat dari sejumlah perkara yang ditanganinya. Saat menjabat Direskrimum Polda Metro Jaya pada 2019, Suyudi mendapat tugas menangani kembali sejumlah perkara besar yang belum tuntas, termasuk kasus Novel.Perkara tersebut menjadi salah satu kasus yang mendapat perhatian luas karena menyerang penyidik KPK. Selain itu, ada pula perkara pembunuhan mahasiswa Universitas Indonesia Akseyna Ahad Dori dan perkara yang berkaitan dengan dugaan pemufakatan makar.
Pengalaman menangani perkara kriminal kembali terlihat ketika Suyudi memimpin Polda Banten. Salah satu kasus yang mencuat adalah penembakan bos rental mobil di Tangerang pada Januari 2025.
Kasus tersebut menjadi sorotan setelah korban tewas ditembak dan muncul persoalan mengenai penanganan laporan pemilik rental oleh anggota kepolisian. Suyudi kemudian memutasi Kapolsek Cinangka AKP Asep Iwan beserta dua anggota lainnya setelah adanya persoalan profesionalisme dalam penerimaan laporan.
Di bawah kepemimpinan Suyudi, Polda Banten juga mencatat pengungkapan ribuan perkara. Sepanjang 2024, Ditreskrimum Polda Banten dan jajaran mencatat 4.155 tindak pidana, meningkat 15 persen dibandingkan 2023, sementara penyelesaian tindak pidana mencapai 3.509 perkara atau naik 69 persen.
Dari Kapolda Banten ke Kepala BNN
Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto. Foto: Dok. BNN.
Karier Suyudi kemudian berlanjut di luar struktur kewilayahan Polri. Pada Agustus 2025, Presiden Prabowo melantiknya sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), menggantikan Komjen Marthinus Hukom.Pangkat Suyudi kemudian dinaikkan dari Irjen menjadi Komjen pada September 2025. Saat memimpin BNN, ia menangani pemberantasan narkotika yang tidak hanya berkaitan dengan jaringan dalam negeri.
Salah satu perkara yang mencuat ialah penangkapan Dewi Astutik alias PA, buronan Interpol yang disebut BNN sebagai aktor utama penyelundupan dua ton sabu senilai sekitar Rp5 triliun. Dewi ditangkap di Sihanoukville, Kamboja, pada Desember 2025 melalui kerja sama BNN dengan Kepolisian Kamboja dan sejumlah unsur Indonesia di Kamboja.
Suyudi menyebut pengungkapan dua ton sabu tersebut menyelamatkan sekitar delapan juta jiwa dari ancaman narkotika.
Pengalaman memimpin BNN menambah pengalaman Suyudi dalam menangani kejahatan lintas negara. Sebelumnya, sebagian besar kariernya dibangun dari penyidikan dan penanganan perkara kriminal di lingkungan Polri.
Atas kiprahnya dalam pemberantasan narkoba, Universitas Tarumanegara memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada Suyudi.
Suyudi tumbuh dari berbagai unit reserse, termasuk Resmob dan Jatanras, sebelum menduduki sejumlah jabatan pimpinan kewilayahan. Ia kemudian memperoleh pengalaman memimpin kepolisian daerah hingga lembaga nasional di luar struktur Polri.
Kini, pengalaman tersebut dibawa Suyudi ke pucuk pimpinan Korps Bhayangkara. Dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, Suyudi mengusung tema "Polisi Bersama Masyarakat" sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi Polri. Ia menyatakan akan melanjutkan program dan kebijakan positif para Kapolri sebelumnya, dengan penekanan pada pelayanan masyarakat dan penanganan laporan secara lebih baik.
Perjalanan Suyudi dari Resmob Polda Metro Jaya hingga menjadi Kapolri membawa pengalaman panjang di bidang penyidikan, penegakan hukum, kepemimpinan kewilayahan, hingga pemberantasan kejahatan lintas negara.