Presiden AS Donald Trump tolak beri dukungan ke PM Israel Benjamin Netanyahu. Foto: Anadolu
Trump Enggan Beri Dukungan ke Netanyahu Jelang Pemilu Israel
Fajar Nugraha • 2 October 2026 09:22
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak memberikan dukungan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk masa jabatan berikutnya menjelang pemilu Israel mendatang.
Trump tampak jelas sekali menghindari pernyataan dukungan langsung bagi sekutu lamanya itu dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Kamis 1 Oktober 2026.
"Yah, saya hanya bisa mengatakan bahwa saya tidak lagi terlibat dalam politik, kecuali fakta bahwa kami populer," ujar Trump kepada majalah TIME saat ditanya apakah sang perdana menteri layak mendapatkan masa jabatan lagi dalam pemilu 27 Oktober, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat 2 Oktober 2026.
Saat didesak kembali, ia menjawab: "Tidak, hal utama bagi saya—saya memang ingin membantu mereka mempertahankan Israel," seraya mengalihkan pembicaraan dari pernyataan dukungan eksplisit dalam wawancara yang dilakukan pada hari Senin tersebut.
Sebaliknya, Trump menyoroti citra pribadinya di mata publik Israel, dengan mengklaim popularitasnya mencapai "sekitar 99%" berkat kebijakan-kebijakan masa lalu.
Ketika ditanya apakah Washington bisa bekerja sama lebih efektif dengan kandidat oposisi sekaligus mantan panglima militer Gadi Eisenkot, Trump mengatakan ia tidak "mendengar hal-hal buruk tentangnya," namun memperingatkan agar tidak serta-merta mengesampingkan Netanyahu.
"Orang-orang sudah berkali-kali menganggap Bibi (Netanyahu) sudah tamat, sama seperti mereka berkali-kali menganggap saya sudah tamat," kata Trump.
"Saya tidak akan meremehkan Bibi,” tegas Trump.
Hubungan Trump dengan Netanyahu dikabarkan semakin renggang dalam beberapa bulan terakhir akibat perang terkait Iran, serta serangan berkelanjutan Israel di Lebanon dan Gaza.
Trump juga meragukan laporan bahwa Netanyahu telah menerima peringatan intelijen sebelumnya terkait serangan 7 Oktober, dengan berargumen bahwa jika demikian, pasukan Israel pasti sudah disiagakan.
"Saya rasa tidak. Menurut saya, jika dia tahu, dia pasti sudah melakukan sesuatu untuk mengatasinya," ujar Trump.
Perluasan perang Iran dan kendali maritim
Menyinggung soal perang terkait Iran yang kini memasuki bulan ketujuh, Trump mengatakan ia sengaja memperluas operasi militer untuk melumpuhkan infrastruktur bersenjata dan nuklir Teheran, setelah perkiraan awal memprediksi kampanye tersebut hanya akan berlangsung selama empat hingga delapan minggu."Hanya karena saya ingin melangkah lebih jauh," kata Trump, menjelaskan alasan serangan terus berlanjut melampaui target-target awal.
"Saya bisa saja berhenti di situ, namun saya merasa hal itu tidak tepat," tambah Trump.
Trump mengakui bahwa penutupan Selat Hormuz oleh Iran sempat "berhasil untuk sementara waktu", namun mengklaim bahwa AS kemudian mengambil alih kendali atas jalur perairan strategis -.yang sebelum perang menjadi jalur bagi seperlima konsumsi minyak dunia,- tersebut pada 28 Februari.
Presiden AS itu juga membenarkan penolakannya terhadap tawaran gencatan senjata dari Iran yang mengusulkan pembukaan kembali selat tersebut, dengan menilai syarat-syarat yang diajukan "tidak cukup baik".
Saat ditanya apakah Washington berencana meningkatkan serangan udara setelah pemilihan paruh waktu Kongres AS mendatang, Trump awalnya mengatakan hal itu "mungkin saja" terjadi, namun dengan cepat mengubah jawabannya.
"Saya tidak bisa memberitahu Anda soal itu,” pungkas Trump.