Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Metrotvnews.com/Arini
Pramono Sebut Penyediaan Sasana Tinju Ampuh Meminimalisir Tawuran di Kampung Melayu
Achmad Zulfikar Fazli • 8 November 2026 14:19
Jakarta: Program Corporate Social Responsibility (CSR) BUMD PAM JAYA berupa penyediaan sasana berlatih tinju dinilai tebukti ampuh meminimalisir aksi tawuran remaja di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Fasilitas olahraga ini sukses merangkul para pemuda yang sebelumnya kerap bertikai menjadi satu dalam wadah latihan bersama.
“Di Kampung Melayu tahun lalu, 2025, tawurannya sampai dengan satu tahun itu 132 kali. Kemarin karena ada fasilitas CSR yang diberikan oleh PAM JAYA, terutama sasana tinju, dan mereka yang tawuran dulunya masing-masing gengnya, sekarang menjadi satu, olahraga bersama,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta Pusat, Minggu, 8 November 2026.
Pramono mengungkapkan upaya sosial lewat jalur olahraga berdampak signifikan terhadap penurunan angka kriminalitas di akar rumput. Kawasan Kampung Melayu yang terkenal rawan bertransformasi menjadi wilayah yang jauh lebih kondusif dan aktif berolahraga.
Pramono menjelaskan penyediaan sasana berlatih tinju menjadi wadah positif untuk menyalurkan energi serta agresivitas para pemuda ke arah yang berprestasi. Sebagai bentuk apresiasi dan wadah kompetisi, Pemprov DKI Jakarta menginstruksikan jajaran pemerintah daerah setempat untuk memfasilitasi kejuaraan tinju resmi.
“Dan saya bilang sama Wali Kota Jakarta Timur (Munjirin) untuk diadakan Piala Jakarta Timur tinju di situ, jadi energi untuk tawurannya disalurkan,” ujar Pramono.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wali Kota Jakarta Timur Munjirin saat meresmikan fasilitas ring tinju dan Posko Jaga Jakarta di kawasan kolong Flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat, 6 November 2026. Metro TV/Nattasya
Menurut Pramono, inisiatif PAM JAYA membuktikan kontribusi tidak terbatas pada penataan infrastruktur dan layanan air bersih, melainkan menyasar segmen sosial warga kota. Pendekatan berbasis komunitas dan olahraga ini siap direplikasi ke wilayah rawan lain demi mewujudkan Jakarta yang aman dan inklusif.
“Tahun 2026 sampai dengan bulan Oktober ini tawurannya hanya 20 kali, jadi turun 110 kali tawuran,” ujar Pramono.
(Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan)