53 Jemaah Umrah Makassar Terdampak Pembatalan Penerbangan ke Madinah

Jemaah umrah di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terdampak pembatalan penerbangan. (Metro TV/Achmad Fachmi)

53 Jemaah Umrah Makassar Terdampak Pembatalan Penerbangan ke Madinah

Metro TV • 12 October 2026 19:43

Maros: Sebanyak 53 jemaah umrah asal Makassar, Sulawesi Selatan, terdampak pembatalan penerbangan lanjutan dari Kuala Lumpur menuju Madinah, Arab Saudi. Pembatalan ini berkaitan dengan situasi keamanan setelah serangan di Bandara King Khalid, Riyadh.

Salah seorang jemaah asal Kabupaten Maros, Abdul Rahman, mengaku kecewa atas pembatalan tersebut. Ia mengatakan rombongannya terdiri atas 20 orang dan mendapat informasi keberangkatan akan dijadwalkan ulang pada Rabu atau Kamis.

"Seluruh Indonesia dibatalkan," kata Abdul di Maros, Senin, 12 Oktober 2026. 


Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah sejumlah calon jemaah gagal melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci sesuai jadwal. Padahal, mereka telah mempersiapkan keberangkatan.

"Menunggu sejak jam enam pagi, enggak jadi berangkat. Kurang paham alasannya apa," ujar Abdul.

Sementara itu, Humas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Citra Mahesa Nusantara, menjelaskan pembatalan terjadi pada penerbangan lanjutan Malaysia Airlines dengan nomor MH158 dari Kuala Lumpur menuju Madinah. Pembatalan tersebut berkaitan dengan situasi keamanan di Bandara King Khalid, Riyadh, Arab Saudi.

"Ini yang di-cancel karena ada peristiwa di Bandara King Khalid (RUH) di Riyadh, jadi yang cancel itu Kuala Lumpur-Madinah, kalau Makassar-Kuala Lumpur masih operate," ungkapnya. 

Citra menegaskan penerbangan Malaysia Airlines dari Makassar menuju Kuala Lumpur dengan nomor MH846 tetap beroperasi. Dari total 83 penumpang, sebanyak 53 orang merupakan jemaah umrah yang terdampak pembatalan penerbangan lanjutan, sedangkan 30 penumpang reguler tetap diberangkatkan ke Kuala Lumpur.


Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. (Metro TV/Achmad Fachmi)

Penerbangan langsung dari Makassar menuju Jeddah dijadwalkan beroperasi dua kali sepekan, yakni setiap Selasa dan Sabtu. Namun, jadwal penerbangan berikutnya masih menunggu perkembangan situasi keamanan dan keputusan operasional maskapai.

"Menimbang kondisi sekarang memang belum bisa kami pastikan karena terkait kondisi keamanan," ucapnya.

Hingga kini, pihak bandara belum dapat memastikan jumlah keseluruhan penerbangan yang terdampak maupun kepastian jadwal keberangkatan berikutnya. (Achmad Fachmi)

(Silvana Febiari)