Kericuhan antara Satpol PP dan pekerja proyek Kejaksaan Agung (Kejagung) usai penertiban operasi cabut pentil (OCP) di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, Senin, 12 Oktober 2026. Foto: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.
Pramono Minta Bentrokan di Bulungan Diselesaikan dengan Kekeluargaan
Nattasya Amani Vrazeti • 13 October 2026 20:01
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta insiden bentrokan antara pekerja proyek dan petugas Satpol PP di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, diselesaikan secara kekeluargaan. Pramono tegaskan tidak perlu dibawa ke ranah hukum.
“Saya juga membuka ruang kemarin ketika mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Satpol PP mengenai apakah ini ditindaklanjuti hukum atau bagaimana, saya bilang, 'Sudahlah, didialogkan, dimusyawarahkan',” ujar Pramono di kawasan Jakarta Selatan, Selasa, 13 Oktober 2026.
Pramono menjelaskan bahwa peristiwa di Bulungan sebenarnya dipicu oleh kegiatan penertiban parkir liar oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, bukan tindakan yang menyasar pedagang kaki lima (PKL).
“Sebenarnya enggak ada hubungan sama sekali dengan orang yang berjualan tadi. Tapi, memang pada waktu itu Dinas Perhubungan sedang melakukan penertiban,” jelas Pramono.
.jpg)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Adinda Vinka.
Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan dukungan penuh terhadap seluruh upaya penegakan ketertiban umum di ibu kota. Namun, ia mengingatkan para petugas di lapangan agar tidak kehilangan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas.
“Jadi, hal-hal yang berkaitan dengan penertiban di Jakarta sepenuhnya Pemerintah DKI Jakarta, dalam hal ini saya sebagai gubernur memberikan support itu. Sekali lagi penertiban ataupun ketertiban itu menjadi penting, tetapi juga kita tidak boleh kehilangan apa ya, silaturahmi, kebersamaan, dan sebagainya,” tegas Pramono.
Sebelumnya, bentrokan terjadi saat petugas gabungan menggelar operasi penertiban di Jalan Hang Tuah Raya, tepatnya di area antara Kolam Renang Bulungan dan Kantor PLN. Kepala Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru, Diki Zulkarnain, menjelaskan bahwa penertiban tersebut dilakukan menyusul maraknya keluhan masyarakat terkait parkir liar sepeda motor di kedua sisi jalan yang memicu kemacetan parah.
Diki menegaskan, penindakan petugas gabungan murni menyasar kendaraan yang parkir liar. Dia meluruskan narasi yang beredar di media sosial bahwa aksi tersebut bukan penertiban pedagang makanan di lokasi.