Penataan kawasan sekaligus penutupan tempat penampungan sampah (TPS) liar di pinggir jalan di Jalan Kerja Bakti RW 04, Makasar, Jakarta Timur, Kamis (15/10/2026). (ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Timur).
TPS Liar di Makasar Jaktim Ditutup untuk Penataan Kawasan
Siti Yona Hukmana • 15 October 2026 10:36
Jakarta: Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) menutup tempat penampungan sampah (TPS) liar di pinggir jalan. Langkah ini sebagai upaya penataan kawasan di Jalan Kerja Bakti RW 04, Makasar, Jakarta Timur.
"TPS yang berada di pinggir jalan raya ditutup dan kawasan ditata bersama kelurahan, sehingga warga tidak lagi membuang sampah di pinggir jalan," kata Camat Makasar Dimas Prayudi di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 15 Oktober 2026.
Dimas menjelaskan penataan kawasan itu tidak hanya mencakup penataan TPS, Kecamatan Makassar akan melakukan penghijauan, penataan trotoar, dan pembenahan lingkungan. Penataan juga menyasar keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitarnya, terutama yang yang beraktivitas pada malam hari.

Ilustrasi sampah. Foto: Metrotvnews/Roni Kurniawan
Menurut Dimas, pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan pengurus RT, RW, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mengawasi rutin. Koordinasi dilakukan untuk mengajak para pedagang agar tidak berjualan di pinggir jalan raya maupun di depan TPS.
"Kita melibatkan RT dan RW, lalu Satpol PP untuk melakukan monitoring. Untuk pedagang malam, kita coba ajak agar meletakkan dagangannya tidak lagi di pinggir jalan raya ataupun di depan TPS," ungkap Dimas.
Lebih lanjut, Dimas mengatakan penataan TPS tersebut tidak hanya fokus pada penutupan lokasi penampungan sampah, tetapi diiringi perubahan perilaku masyarakat melalui pemilahan sampah dari sumbernya. Dimas menilai pemilahan sampah sejak dari rumah tangga dapat mengurangi volume sampah, sehingga penanganannya menjadi lebih efektif.
Untuk memperkuat pengawasan, Kecamatan Makasar merencanakan kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pelanggaran pembuangan sampah. Rencana tersebut dibahas dalam rapat bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur, Satpol PP, dan unsur terkait lainnya.
"Rencananya, hari ini kita rapat OTT bersama LH, Satpol PP, dan unsur terkait. Kemungkinan besar ada dua lokasi, di Kelurahan Makasar dan Kelurahan Cipinang Melayu," kata Dimas.
Harapannya langkah yang merupakan bagian dari rangkaian penataan kawasan Pasar Embrio itu dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertib, dan nyaman.