Presiden Tiongkok Xi Jinping. Foto: The New York Times
Tiongkok Perketat Disiplin Partai Komunis untuk Tekan Korupsi
Fajar Nugraha • 30 October 2026 10:42
Beijing: Pejabat tinggi Partai Komunis yang berkuasa di Tiongkok mengadopsi sejumlah langkah untuk memperketat disiplin internal dalam pertemuan penting di Beijing yang berakhir pada Kamis 29 Oktober 2026.
Sidang pleno kelima Komite Sentral yang dipimpin Presiden Xi Jinping mengadopsi keputusan tentang "memajukan tata kelola partai secara menyeluruh dan ketat". Kebijakan tersebut mencakup upaya menekan korupsi di kalangan kader partai, menurut kantor berita Xinhua.
Komite Sentral terdiri dari sekitar 300 pejabat. Pertemuan lengkap yang dikenal sebagai sidang pleno itu sebelumnya menjadi momen penting bagi Xi untuk memperkuat kekuasaannya.
Namun, meski sempat memunculkan spekulasi, Xi tidak disebut sebagai "Pemimpin Rakyat" dalam laporan resmi pertemuan tersebut. Gelar itu dipandang akan menandai peningkatan lebih lanjut dalam kedudukan politiknya.
Pemimpin Tiongkok itu telah menjalankan kampanye pemberantasan korupsi selama 14 tahun yang menyingkirkan ribuan pejabat, termasuk puluhan anggota Komite Sentral.
Akibat operasi pembersihan yang luas tersebut, sidang pleno tahun ini mencatat tingkat kehadiran terendah sejak kematian mantan pemimpin Tiongkok Mao Zedong pada 1976. Sebanyak delapan kursi anggota Komite Sentral masih kosong sebelum pertemuan dimulai.
Meski demikian, sejumlah posisi diisi selama sidang yang dimulai pada Senin tersebut. Kepala badan antikorupsi Zhang Shengmin, yang menjabat sebagai wakil ketua Komisi Militer Pusat (CMC), dipromosikan menjadi anggota Politbiro, badan pengambil keputusan tertinggi di Tiongkok.
Dengan promosi tersebut, jumlah anggota Politbiro kini mencapai 22 orang.
Militer Tiongkok menjadi salah satu institusi yang paling terdampak kampanye antikorupsi Xi. Pada Agustus, Tiongkok mencopot Zhang Youxia, jenderal berpangkat tertinggi saat itu, dari jabatannya setelah penyelidikan korupsi yang berlangsung selama berbulan-bulan.
Pencopotan tersebut membuat CMC, yang seharusnya memiliki tujuh anggota, hanya menyisakan dua orang, yakni Xi dan Zhang.
Sidang pleno tersebut berlangsung menjelang kongres besar partai tahun depan. Dalam pertemuan itu, Xi yang kini berusia 73 tahun hampir dipastikan akan mengamankan masa jabatan keempat yang bersejarah sekaligus mengawasi perombakan jajaran kepemimpinan.
(Razaqa Hariz)