Wakil Bupati Kotawaringin Timur Ungkap Tantangan Penanganan Karhutla

Proses pemadaman karhutla. Dok. Kontroversi Metro TV

Wakil Bupati Kotawaringin Timur Ungkap Tantangan Penanganan Karhutla

Muhamad Marup • 23 October 2026 14:50

Jakarta: Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Irawati, mengungkapkan tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Saking beratnya pemadaman karhutla di wilayahnya, sudah ada tiga petugas pemadam yang meninggal dunia.

"Tiga orang yang meninggal. Dan itu juga ada teman-teman pada saat di lapangan bertugas, ada yang pingsan. Jadi, saya tidak bisa menggambarkan kesulitan kami di lapangan," ujar Irawati, dalam program Kontroversi Metro TV, Kamis, 23 Oktober 2026.

Ia mengatakan, tantangan penanganan karhutla di Kotawaringin Timur mencakup akses, sebaran titik api, kuantitas petugas, dan peralatan. Meski begitu, pihaknya tetap semaksimal mungkin melakukan penanganan.

"Usaha pemadaman dan pencegahan agar titik api tidak bertambah, itu sampai saat ini kami terus melakukan semaksimal mungkin," jelasnya.

Irawati mengungkapkan, karhutla di Kotawaringin Timur juga semakin meluas tidak hanya menjalar ke kebun warga, tapi juga ke titik yang sulit diakses. Kondisi tersebut membuat petugas kesulitan mengakses titik api.

Ia berharap pemerintah pusat memberikan bantuan penanganan pemadaman melalui water bombing, dry ice, dan Operasi Modifikasi Cuaca. Bantuan-bantuan tersebut berguna untuk memadamkan api di titik yang sulit diakses melalui satuan tugas (satgas) darat.

"Kami tidak mungkin mengorbankan relawan kami lagi untuk mengejar api yang memang jalannya tidak bisa terlewati," katanya.


Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Panjaitan dalam program Kontroversi edisi Maling Dana Bencana, Korban Merana. Dok. Metro TV


Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Panjaitan, pihaknya saat ini tengah melakukan evaluasi terkait anggaran penanggulangan bencana. Ia menjamin proses tersebut berlangsung tanpa mengganggu proses penanganan bencana, termasuk karhutla yang saat ini masih mengkhawatirkan.

"Kami akan melakukan beberapa evaluasi, koreksi, dan penyesuaian tentunya nantinya untuk melaksanakan tata kelola anggaran ini. Tanpa harus mengorbankan kita terhadap masyarakat yang sedang bencana misalnya saat ini," ucapnya.

(Muhamad Marup)