KH Syukron, dok: smpsmaitdaarulrahman.sch.id
Profil Syukron Makmun, Pendiri Ponpes Daarul Rahman yang Meninggal Dunia
Putri Purnama Sari • 18 October 2026 15:05
Jakarta: Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Rahman Jakarta, KH Syukron Makmun, meninggal dunia pada Minggu, 18 Oktober 2026. Ulama kelahiran Sampang, Madura, tersebut dikenal luas melalui aktivitas dakwahnya dan julukan Singa Podium.
KH Syukron mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan, setelah menjalani perawatan akibat gangguan jantung. Ia meninggal dunia pada usia 84 tahun. Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun Instagram NU Online dan Pesantren Daarul Rahman.
Semasa hidupnya, KH Syukron tidak hanya dikenal sebagai pendakwah, tetapi juga sebagai pendidik yang mendedikasikan hidupnya untuk pengembangan pendidikan Islam. Ia mendirikan Pondok Pesantren Daarul Rahman di Jakarta Selatan pada 1975 bersama sejumlah rekannya.
Profil dan Latar Belakang KH Syukron Makmun
KH Syukron Makmun lahir di Sampang, Madura, pada 21 Desember 1941. Ia tumbuh dalam keluarga yang memiliki latar belakang keagamaan kuat. Kakeknya dari pihak ayah merupakan seorang kiai, sementara ibunya, Hj. Masturoh, aktif mengajarkan Al-Qur'an dan kitab-kitab klasik kepada masyarakat. Lingkungan keluarga tersebut turut membentuk perjalanan KH Syukron dalam mendalami ilmu agama sejak kecil.Dilansir dari smpsmaitdaarulrahman, KH Syukron menempuh pendidikan dasar di Sekolah Rakyat dan belajar agama di Madrasah Miftahul Ulum sebelum melanjutkan pendidikan ke sejumlah pesantren.
Perjalanan pendidikannya berlanjut ke Pondok Pesantren Salafiyah Sidogiri di Pasuruan, Jawa Timur. Setelah itu, ia menimba ilmu di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, selama kurang lebih enam tahun.
Di Gontor, ia menyelesaikan pendidikan Kulliyatul Mu'allimin. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Institut Pendidikan Darussalam (IPD) Gontor, yang kini dikenal sebagai Institut Studi Islam Darussalam (ISID), dan memperoleh gelar Bachelor of Arts (B.A.).
Pendidikan tersebut menjadi bekal bagi KH Syukron dalam mengembangkan aktivitas dakwah dan pendidikan Islam. Ia mulai berdakwah sejak masih menjadi santri di Gontor, sebelum memperluas jangkauan dakwahnya ke berbagai daerah di Indonesia.
Dijuluki Singa Podium karena Aktivitas Dakwahnya

Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta, KH Syukron Makmun dalam acara Tabligh Solidaritas Dzulhijjah yang digelar di DPP PKS di Jakarta (Donny/PKSFoto)
KH Syukron Makmun dikenal dengan julukan Singa Podium berkat gaya ceramahnya yang tegas, bersemangat, dan mampu menarik perhatian jemaah. Aktivitas dakwahnya telah dimulai sejak muda, bahkan ketika masih menempuh pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor.
Pada awal 1967, ia mulai berdakwah di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Madiun, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, dan Magetan. Setelah pindah ke Jakarta, jangkauan dakwahnya semakin luas hingga berbagai daerah di Nusantara.
KH Syukron juga aktif mengisi pengajian di sejumlah majelis taklim dan berdakwah hingga ke negara-negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Aktivitas tersebut menjadikannya dikenal sebagai mubalig yang memiliki jangkauan dakwah lintas daerah dan negara.
Mendirikan Pondok Pesantren Daarul Rahman
Salah satu kiprah penting KH Syukron Makmun adalah mendirikan Pondok Pesantren Daarul Rahman di Jakarta Selatan pada 1975. Ia mendirikan pesantren tersebut bersama KH Antung Ghozali, KH Masyhuri Baedlowi, dan KH Abdul Kadir Rahman.Pesantren Daarul Rahman kemudian berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang mengajarkan ilmu agama dan pengetahuan umum. Lembaga ini juga memiliki sejumlah cabang di wilayah sekitar Jakarta.
Melalui pesantren tersebut, KH Syukron berupaya membangun lingkungan pendidikan yang membekali para santri dengan pemahaman agama dan kedisiplinan. Perannya sebagai pendiri sekaligus pengasuh menjadikan pesantren tersebut bagian penting dari perjalanan dakwah dan pengabdiannya kepada masyarakat.
Kiprah KH Syukron Makmun di Organisasi
Selain aktif dalam pendidikan dan dakwah, KH Syukron Makmun juga terlibat dalam berbagai organisasi keagamaan dan politik.Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) dan aktif dalam organisasi yang berkaitan dengan pengembangan dakwah Islam. Ia juga pernah memimpin Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) serta terlibat dalam Forum Ulama dan Habaib (FUHAB).
Kiprahnya di berbagai organisasi memperlihatkan keterlibatan KH Syukron dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan di luar lingkungan pesantren. Meski demikian, aktivitas dakwah dan pendidikan tetap menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.