Direktur Corporate Affairs PT Nestle Indonesia, Fajar Dewantara (kanan). Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah
Kembangkan Rantai Produksi, 12.500 Petani Kopi Lampung Dapat Pendampingan
Eko Nordiansyah • 15 October 2026 18:56
Tangerang: Pengembangan sektor kopi Indonesia tidak terlepas dari keberlanjutan usaha petani sebagai bagian dari rantai produksi. Di Lampung, sekitar 12.500 petani kopi tercatat masuk dalam kelompok binaan PT Nestle Indonesia, dengan program pendampingan yang telah berlangsung selama lebih dari 30 tahun.
Direktur Corporate Affairs PT Nestle Indonesia, Fajar Dewantara mengatakan pendampingan petani kopi tersebut merupakan bagian dari pengembangan komoditas yang dijalankan perusahaan dalam jangka panjang. Menurutnya, pembinaan serupa juga dilakukan terhadap peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur.
"Nestle sudah lebih dari 30 tahun membina petani kopi di Indonesia, khususnya di wilayah Lampung. Jumlahnya kira-kira sampai sejauh ini ada sekitar 12.500 petani kopi yang ada di dalam kelompok binaan Nestle," ucap Fajar dalam acara Penandatanganan MoU dan Seremoni Pelepasan Ekspor Olahan Kopi Nestle di Tangerang, Kamis, 15 Oktober 2026.

(Penandatanganan MoU dan Seremoni Pelepasan Ekspor Olahan Kopi Nestle Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah)
Pengembangan petani jadi bagian dari rantai produksi
Fajar menjelaskan, pendampingan terhadap petani kopi telah berjalan selama lebih dari tiga dekade. Sementara itu, pembinaan peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur telah berlangsung lebih dari 50 tahun. Kedua program tersebut, menurut dia, merupakan bagian dari pengembangan komoditas yang dilakukan secara berkelanjutan.Ia menyebut pendampingan tidak hanya dilakukan pada lingkup desa, tetapi juga menjangkau tingkat kecamatan. Meski demikian, transkrip pernyataannya belum merinci bentuk pendampingan, seperti pelatihan teknis, peningkatan produktivitas, maupun dukungan akses pasar yang diberikan kepada petani.
Keberlanjutan produksi menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan industri kopi. Petani berperan sebagai bagian awal rantai pasok, sehingga pengembangan kapasitas mereka berkaitan dengan kemampuan menjaga ketersediaan dan kualitas bahan baku untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Fajar menilai perjalanan pembinaan petani selama puluhan tahun turut menjadi bagian dari perkembangan industri kopi nasional. Ia juga menyinggung posisi Indonesia sebagai salah satu eksportir kopi terbesar di dunia.
“Jadi ini bukan sesuatu yang baru, dan hasilnya bisa kita lihat sekarang bahwa Indonesia menjadi salah satu eksportir kopi terbesar di dunia,” ucapnya.
Pengembangan sektor kopi nasional membutuhkan kesinambungan antara produksi di tingkat petani dan kebutuhan pasar. Karena itu, keberlanjutan usaha petani menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan untuk menjaga potensi Indonesia dalam perdagangan kopi internasional. (Tiaranissa Juliansyah)