Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto: Dok Humas Polri
Isu Pergantian Kapolri Mencuat, Pengamat: Pelaku Kejahatan Resah
Siti Yona Hukmana • 4 June 2025 20:30
Jakarta: Isu pergantian Kapolri mencuat dalam sepekan terakhir. Isu ini turut ramai menjadi perbincangan di media sosial.
Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi menduga isu ini mencuat karena pelaku kejahatan tengah ketar ketir. Terlebih, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkomitmen menumpas pelaku kejahatan tanpa pandang bulu.
"Kejahatan yang selama ini berada di zona aman dan nyamannya, di zaman Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo semuanya ditumpas tanpa pandang bulu. Inilah yang membuat kejahatan menjadi gerah dan resah, sehingga menginginkan pergantian Kapolri," kata Alwi dalam keterangan tertulis, Rabu, 4 Juni 2025.
Alwi memandang komitmen Jenderal Listyo dalam memberantas kejahatan membuat pihak-pihak tertentu resah. Jika diamati, kata dia, rumor pergantian Kapolri muncul setelah Polri merilis penangkapan lebih dari 10 ribu preman hanya dalam kurun waktu 25 hari.
| Baca juga: Kapolri Tak Akan Beri Ruang bagi Aksi Premanisme |
Ia mengatakan Polri memberantas preman jalanan, preman berseragam organisasi masyarakat (ormas), hingga preman yang bersembunyi di balik rapihnya setelan dasi dan jas. Terlebih, kata dia, masyarakat puas atas kinerja Polri dalam memberantas premanisme.
"Sebab, baru di zaman Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kejahatan premanisme yang selama ini tak tersentuh bisa diberantas. Bahkan, yang terafiliasi dengan partai besar, ormas raksasa, dan dekat dengan kekuasaan sekali pun," ungkapnya.
Ia mengatakan ada banyak anggota ormas yang dekat kekuasaan ditangkap Polri karena aksi premanisme. Itu semua diyakini menandakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak bisa diintervensi, diintimidasi dan tidak kenal kompromi terhadap kejahatan.