Basarnas evakuasi satu jenazah dari reruntuhan bangunan musala Ponpes Al Khoziny. Dokumentasi/ Basarnas Surabaya
DVI Pakai Foto Senyum Santri untuk Identifkasi Korban Ponpes Al Khoziny
Amaluddin • 6 October 2025 12:41
Surabaya: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menerapkan berbagai metode untuk mempercepat proses identifikasi jenazah santri korban runtuhnya musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Salah satu cara yang digunakan adalah mencocokkan foto korban saat tersenyum dengan kondisi gigi jenazah.
Ketua tim sektoral operasi SAR dari DVI Polda Jatim, Kompol Navran, menjelaskan bahwa gigi merupakan salah satu data penting dalam proses identifikasi korban bencana. Foto yang memperlihatkan korban sedang tersenyum dapat menjadi referensi pembanding yang sangat membantu.
"Kalau ada foto anak korban sedang tersenyum, itu bisa membantu karena bentuk gigi terlihat jelas. Gigi adalah salah satu ciri khas yang dapat dibandingkan dalam proses identifikasi,” kata Navran, Senin, 6 Oktober 2025.
Selain menggunakan data gigi, tim DVI juga mengandalkan sidik jari dan properti pribadi korban untuk dicocokkan dengan data antemortem dari keluarga.
Sementara itu, untuk jenazah yang sulit dikenali secara visual maupun sidik jari, tim DVI langsung mengambil sampel DNA guna dilakukan pemeriksaan lanjutan di laboratorium forensik.
"Kami berupaya seakurat mungkin agar hasil identifikasi dapat diterima keluarga korban tanpa keraguan,” tegas Navran.
Hingga kini tim DVI telah menerima 58 data antemortem dari pihak keluarga, serta tambahan 26 data lain yang masih dalam proses pencocokan. Semua data tersebut akan terus diverifikasi secara ilmiah untuk memastikan keabsahan identitas para korban.