IHSG Menguat 1,09% Ditopang Sentimen Domestik dan Global

Ilustrasi. Foto: dok MI.

IHSG Menguat 1,09% Ditopang Sentimen Domestik dan Global

Ade Hapsari Lestarini • 3 September 2026 17:59

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 72,11 poin atau 1,09 persen ke level 6.667,89 pada perdagangan Kamis, 3 September 2026. Penguatan ditopang kombinasi sentimen domestik dan global. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 10,90 poin atau 1,67 persen ke posisi 662,77.

"Sentimen eksternal dan internal menopang menguatnya IHSG," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya, dilansir Antara, Kamis, 3 September 2026.

Dari eksternal, Nico mengatakan laporan ketenagakerjaan sektor swasta Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan memberikan sentimen positif bagi pasar. Data ADP Employment Change tercatat turun dari 46 ribu menjadi 38 ribu.

"Data itu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja swasta AS melambat pada Agustus 2026," ujar Nico.

Selain itu, komentar Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams dinilai mengindikasikan belum adanya kebutuhan mendesak untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Sentimen positif juga datang dari perkembangan konflik AS-Iran. Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan AS yang diperbarui terhadap Iran kemungkinan berlangsung singkat. Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran terhadap konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Harga minyak yang lebih rendah turut memberikan ruang terhadap penurunan tekanan inflasi dan biaya energi.


Ilustrasi papan perdagangan di BEI. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
 

Bursa Asia bergerak positif


Dari kawasan Asia, Indeks Aktivitas Bisnis PMI Jasa Global S&P Jepang meningkat menjadi 52,5 pada Agustus 2026. Sementara itu, Indeks Manajer Umum Sektor Jasa China RatingDog naik menjadi 51,4 pada Agustus 2026 dari 50,4 pada Juli 2026.

"Baik Jepang maupun Tiongkok, peningkatan aktivitas tersebut didukung oleh permintaan domestik yang lebih kuat," ujar Nico.

Dari dalam negeri, Nico menilai pelaku pasar merespons positif pelantikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. Destry menjadi perempuan pertama yang memimpin bank sentral dan berkomitmen menjaga kebijakan tetap responsif terhadap tantangan ekonomi, sekaligus mendukung stabilitas dan pertumbuhan.

"Respons pasar tersebut seiring berjalan lancarnya proses transisi kepemimpinan di BI sehingga pelantikan tersebut sebagai sinyal akan keberlanjutan kebijakan moneter bank sentral," ujar Nico.

IHSG dibuka menguat dan bertahan di zona positif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, indeks kembali bertahan di teritori hijau hingga perdagangan berakhir.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak 10 sektor menguat. Sektor transportasi dan logistik mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,46 persen, diikuti sektor industri 1,99 persen dan sektor barang konsumen primer 1,60 persen. Sementara itu, satu sektor melemah, yakni teknologi yang turun 1,66 persen.

Saham yang mencatat kenaikan harga terbesar antara lain VRNA, TRUK, UANG, NICK, dan FORU. Sedangkan saham yang mengalami penurunan terbesar yakni BELI, BAPA, UDNG, MDIA, dan INTD.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.471.000 kali transaksi dengan volume perdagangan 39,30 miliar saham senilai Rp18,60 triliun. Sebanyak 415 saham menguat, 228 saham melemah, dan 320 saham tidak bergerak.

Di bursa regional Asia, indeks Nikkei melemah 0,18 persen ke 64.208,00, Shanghai menguat 0,02 persen ke 3.942,09, Hang Seng melemah 0,39 persen ke 25.213,31, Kospi menguat 0,26 persen ke 6.579,48, dan Straits Times menguat 0,06 persen ke 5.747,71.

(Ade Hapsari Lestarini)