VinFast Perkenalkan Ekosistem Kendaraan Listrik Terintegrasi di GIIAS 2026

VinFast menampilkan VF MPV 7 dalam ajang GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang. (Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

VinFast Perkenalkan Ekosistem Kendaraan Listrik Terintegrasi di GIIAS 2026

Patrick Pinaria • 4 September 2026 17:31

Jakarta: VinFast memanfaatkan ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 sebagai panggung untuk memperkenalkan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) secara menyeluruh di Indonesia.

Selama pameran yang berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, VinFast menghadirkan serangkaian agenda mulai dari peluncuran konsep Drive Worry Free, kerja sama pembiayaan dengan Danamon, hingga diskusi mengenai peluang kepemilikan kendaraan listrik dan pentingnya biaya kepemilikan jangka panjang.

VinFast menampilkan jajaran kendaraan listrik yang semakin lengkap, mulai dari VF 3, VF 6, VF 7, VF MPV 7, Nerio Green, Herio Green, hingga Limo Green. Sejumlah model juga tersedia untuk sesi test drive sehingga pengunjung dapat merasakan langsung performa, teknologi, kenyamanan berkendara, serta fitur keselamatan dan bantuan berkendara yang ditawarkan.


VinFast VF 3 menjadi salah satu model kendaraan listrik yang dipamerkan selama GIIAS 2026. (Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

Selain menghadirkan lini kendaraan, VinFast juga memperkenalkan konsep Drive Worry Free sebagai fondasi ekosistem kendaraan listrik yang dibangun perusahaan. Konsep tersebut didukung lima pilar, yakni Zero Operating Cost, Battery Peace of Mind, Ownership Confidence, Service Confidence, dan Business Confidence, yang dirancang untuk memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan listrik yang lebih praktis, nyaman, dan bebas khawatir.

Melalui konsep tersebut, VinFast menghadirkan dukungan menyeluruh bagi pelanggan, mulai dari proses memilih kendaraan, kemudahan pengisian daya, jaminan baterai, layanan purnajual, hingga menjaga nilai kendaraan dalam jangka panjang sekaligus membuka peluang manfaat secara ekonomi.


VinFast menghadirkan konsep Drive Worry Free untuk mendukung pengalaman kepemilikan kendaraan listrik yang lebih nyaman. (Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

Di luar program selama pameran, VinFast tetap menghadirkan berbagai keuntungan kepemilikan, seperti jaminan nilai jual kembali hingga 80 persen sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku, gratis pengisian daya di jaringan V-GREEN hingga Maret 2029, gratis biaya langganan baterai selama dua tahun, serta garansi baterai seumur hidup.

"Memilih kendaraan bukan hanya tentang memilih alat transportasi, tetapi juga memilih ekosistem yang mampu memberikan dukungan di setiap tahap perjalanan kepemilikan kendaraan. Melalui GIIAS 2026, kami ingin masyarakat Indonesia merasakan secara langsung bagaimana VinFast menghadirkan sebuah ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi, mulai dari lini produk kendaraan, infrastruktur pengisian daya, layanan purnajual, berbagai program pelanggan, hingga solusi mobilitas. Dengan ekosistem ini, kami ingin memberikan pengalaman memiliki kendaraan listrik yang lebih mudah, nyaman, dan bebas khawatir," ujar CEO VinFast Southeast Asia Antonio Zara.


VinFast memperkenalkan peluang pemanfaatan kendaraan listrik sebagai aset produktif melalui program Green Rental dan Green SM. (Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

Antonio menambahkan, dalam lebih dari dua tahun sejak memasuki pasar Indonesia, VinFast terus membangun ekosistem mobilitas listrik melalui fasilitas perakitan lokal, jaringan pengisian daya V-GREEN, jaringan dealer dan layanan purnajual, serta berbagai program kepemilikan. Saat ini perusahaan telah memiliki lebih dari 40 showroom dealer di berbagai wilayah Indonesia dan berencana menambah lebih dari 150 showroom baru dalam beberapa tahun ke depan.
 


Kolaborasi perluas akses kepemilikan kendaraan listrik

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut, VinFast juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Danamon pada 31 Juli 2026 di VinFast Arena, Hall 7C, ICE BSD City, Tangerang.

Kolaborasi tersebut ditujukan untuk menghadirkan solusi pembiayaan kendaraan listrik yang lebih mudah diakses dengan memadukan inovasi di bidang otomotif dan keahlian di sektor jasa keuangan. Melalui kerja sama tersebut, kedua perusahaan ingin mendukung akses masyarakat terhadap mobilitas listrik sekaligus menghadirkan pengalaman kepemilikan kendaraan listrik yang lebih nyaman dan praktis.

 

Kepemilikan lebih nyaman dengan Drive Worry Free

Pembahasan mengenai ekosistem kendaraan listrik kembali berlanjut dalam VIN TALKS bertajuk The New Economics of Mobility: Why Ownership Value Matters pada 3 Agustus 2026. Diskusi tersebut menyoroti perubahan perilaku konsumen yang kini semakin mempertimbangkan Total Cost of Ownership (TCO) sebelum membeli kendaraan.

Pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu mengatakan konsumen kini tidak hanya melihat harga kendaraan, tetapi juga memperhitungkan biaya operasional, kemudahan pengisian daya, hingga nilai jual kembali kendaraan.

"Pertimbangannya sekarang bukan hanya biaya awal atau capital expenditure (CAPEX), tetapi juga operational expenditure (OPEX). Ketika dua hal itu digabungkan, muncullah konsep Total Cost of Ownership," jelasnya.
 
Commercial and Marketing Leader Sukimin Thio menilai perkembangan media sosial membuat calon konsumen memiliki akses informasi yang jauh lebih luas sehingga keputusan pembelian kendaraan kini semakin rasional.

Sementara itu, Founder sekaligus Host LugNutz Auto Rockford Pojono mengatakan perhatian masyarakat terhadap kendaraan listrik kini bergeser dari sekadar performa menuju kemudahan penggunaan dalam kehidupan sehari-hari.


Booth VinFast di GIIAS 2026 menampilkan lini kendaraan listrik beserta ekosistem mobilitas yang terintegrasi. (Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

Menanggapi perubahan tersebut, Head of Training Department VinFast Indonesia Rinaldi Ramdani mengatakan VinFast menghadirkan konsep Drive Worry Free agar pelanggan memperoleh pengalaman kepemilikan kendaraan listrik yang lebih nyaman.

"Drive Worry Free menjadi hal yang penting dalam perjalanan pelanggan ketika memilih kendaraan listrik," kata Rinaldi.

Ia menjelaskan VinFast menghadirkan konsep zero operating cost melalui jaringan V-GREEN Charging Station yang telah memiliki lebih dari 3.200 titik pengisian daya di Indonesia, gratis pengisian daya hingga Maret 2029, program battery subscription, sekitar 40 dealer, serta lebih dari 100 jaringan bengkel resmi.

Selain itu, VinFast juga menghadirkan program Sewa Jadi Cuan yang terintegrasi dengan Green SM sehingga kendaraan listrik tidak hanya menjadi sarana mobilitas, tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi pemiliknya.

"Kami ingin mempermudah pelanggan. Jadi bukan hanya memiliki kendaraan listrik, tetapi juga memberikan peluang agar kendaraan tersebut dapat menghasilkan pendapatan," ujar Rinaldi.

VinFast menunjukkan strategi pengembangan kendaraan listrik yang tidak hanya berfokus pada peluncuran produk, tetapi juga membangun ekosistem yang mencakup pembiayaan, infrastruktur pengisian daya, layanan purnajual, hingga peluang pemanfaatan kendaraan sebagai aset produktif. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan listrik yang lebih mudah, nyaman, dan menyeluruh bagi konsumen di Indonesia.

(Patrick Pinaria)