Asap dari serangan Israel di Gaza. (Anadolu Agency)
Rangkaian Serangan Israel Tewaskan Lima Warga Palestina di Gaza
Muhammad Reyhansyah • 7 September 2026 09:20
Gaza: Serangkaian serangan Israel di Jalur Gaza menewaskan lima warga Palestina dalam 24 jam terakhir, termasuk dua anak-anak.
Serangan terjadi di sejumlah wilayah ketika gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025 masih berlangsung.
Di Deir al-Balah, Gaza tengah, tembakan artileri Israel menghantam sebuah ruang kelas yang digunakan sebagai tempat berlindung keluarga yang mengungsi. Serangan tersebut menewaskan seorang anak berusia tujuh tahun.
Sementara di Kota Gaza, dua warga Palestina tewas dalam serangan di kawasan Rimal. Sebuah drone Israel juga menargetkan kendaraan sipil dan menewaskan Youssef Aqila bersama putrinya, Wafaa, yang baru berusia sembilan tahun.
Melansir TRT World, Senin, 7 September 2026, Wafaa tewas pada hari pertama tahun ajaran baru. Serangan Israel juga menghantam kawasan Tuffah dan kamp pengungsi Shati, melukai sejumlah warga.
Menjelang fajar, serangan udara Israel menghancurkan bekas kompleks komersial Al-Sakhra di dekat "garis kuning" di Tuffah. Sedikitnya sembilan warga terluka dan sejumlah penduduk terpaksa kembali mengungsi.
Kementerian Kesehatan Palestina menyebut serangan tersebut merupakan pelanggaran terbaru terhadap gencatan senjata. Sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober 2025, sebanyak 1.344 warga Palestina dilaporkan tewas dan 4.464 lainnya terluka akibat serangan Israel.
Secara keseluruhan, perang Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 orang, menurut data Kementerian Kesehatan Palestina.
Kekerasan Meluas ke Tepi Barat
Kekerasan juga terjadi di Tepi Barat yang diduduki. Seorang warga Palestina tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan pemukim Israel pada Minggu malam.Kantor berita Palestina WAFA melaporkan Omar al-Toubas tewas setelah ditembak di bagian kepala dalam serangan bersenjata terhadap sebuah rumah di Desa Hajja, sebelah timur Qalqilya.
Bulan Sabit Merah Palestina membawa tiga korban luka ke rumah sakit, termasuk seorang pria yang terkena tembakan di dada dan seorang remaja berusia 17 tahun yang ditembak di paha.
Di wilayah Yerusalem, dua pemukim Israel juga menyerang seorang warga Palestina hingga tangannya patah dan matanya mengalami luka parah yang membutuhkan operasi darurat.
Serangkaian kekerasan tersebut terjadi di tengah peningkatan serangan pemukim Israel dan operasi militer di Tepi Barat sejak Oktober 2023.
Baca juga: Warga Gaza Gelar Pemakaman Massal untuk 100 Jenazah yang Ditemukan dari Reruntuhan