Polri Tingkatkan Mitigasi Bencana Karhutla

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko. Foto: Breaking News Metro TV.

Polri Tingkatkan Mitigasi Bencana Karhutla

Fachri Audhia Hafiez • 23 August 2026 14:12

Jakarta: Polri memperkuat strategi mitigasi dan kesiapsiagaan guna mengantisipasi fenomena El Nino serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya ini untuk menghadapi puncak musim kemarau 2026.

"Polri memperkuat langkah mitigasinya sejak tahap prabencana, di mana pendekatan pencegahan berbasis pada data, kolaborasi lintas sektor, dan kesiap-siagaan personel, serta seluruh jajaran ini sudah mulai melakukan sejak awal yaitu adalah pembaruan pemetaan wilayah rawan karhutla," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Minggu, 23 Agustus 2026.
 


Trunoyudo menjelaskan, langkah ini merupakan bentuk tindak lanjut dan konsolidasi nasional atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara menekankan pentingnya sinergitas antarinstansi dalam merespons cuaca ekstrem dan risiko karhutla.

Guna menghadapi potensi ancaman tersebut, Polri berkolaborasi erat dengan Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, BNPB, Basarnas, hingga TNI. Upaya prabencana difokuskan pada pembaruan peta wilayah rawan, verifikasi hotspot di lapangan, penguatan early warning system, serta optimalisasi patroli terpadu bersama Manggala Agni dan masyarakat.

"Ini merupakan konsolidasi nasional dalam rangka menyatukan strategi menghadapi puncak musim kemarau di tahun 2026," ucap Trunoyudo.


Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko (tengah). Foto: Breaking News Metro TV.

Trunoyudo juga menegaskan bahwa instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak hanya terbatas pada penindakan hukum terkait penanganan karhutla. Namun, juga pada keselamatan warga secara menyeluruh.

"Bapak Kapolri lebih menekankan kembali menyangkut keselamatan masyarakat juga terkait perlindungan lingkungan, tindakan pencegahan, upaya peningkatan kualitas lingkungan, dan kewaspadaan terhadap ancaman yang ada," ucap Trunoyudo.

(Fachri Audhia Hafiez)