Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto: YouTube WEF
Macron: Perubahan Rezim Iran Tak Bisa Dicapai Hanya Lewat Pengeboman
Fajar Nugraha • 10 March 2026 14:00
Paris: Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan perubahan besar pada kepemimpinan Iran tidak dapat dicapai hanya melalui serangan militer Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan mengkritik itu disampaikan saat ia berada di kapal induk Charles de Gaulle yang beroperasi di Laut Mediterania.
Macron menilai konflik di Timur Tengah yang dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari dapat berlangsung cukup lama.
“Saya tidak berpikir Anda dapat mencapai perubahan rezim yang mendalam hanya melalui pengeboman,” kata Macron, dikutip dari media Al Arabiya, Selasa, 10 Maret 2026.
Macron juga mengatakan Prancis dan sekutunya sedang menyiapkan misi defensif untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Jalur laut strategis itu menjadi rute utama perdagangan energi dunia, termasuk minyak dan gas.
Rencana operasi tersebut dibahas bersama Presiden Siprus Nikos Christodoulides dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis dalam pertemuan mengenai keamanan kawasan. Macron mengatakan misi itu akan bersifat murni defensif dan melibatkan negara Eropa serta mitra lainnya.
Sementara itu, Uni Eropa menyatakan siap meningkatkan operasi keamanan maritim di Timur Tengah. Blok tersebut juga mempertimbangkan memperkuat misi angkatan lautnya di Laut Merah setelah konflik regional semakin meluas.
Prancis telah mengerahkan kapal induk Charles de Gaulle, sebuah fregat, serta sistem pertahanan udara ke kawasan tersebut dan turut berpartisipasi dalam Operation Aspides untuk melindungi kapal dagang dari serangan milisi Houthi yang didukung Iran. Macron juga berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai situasi di Timur Tengah dan Lebanon.
(Keysa Qanita)