Pertemuan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. (Anadolu Agency)
Trump Sebut Keputusan Mengakhiri Perang Iran Akan Dibahas Bersama Israel
Willy Haryono • 9 March 2026 13:24
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa keputusan untuk mengakhiri perang melawan Iran akan diambil bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara singkat melalui telepon dengan media Israel pada Minggu, 8 Maret 2026. Trump mengatakan ia dan Netanyahu terus berkomunikasi terkait perkembangan konflik Iran.
“Saya pikir ini keputusan bersama. Kami terus berdiskusi dan saya akan membuat keputusan pada waktu yang tepat dengan mempertimbangkan semua hal,” ucap Trump, dikutip dari media Anadolu Agency, Senin, 9 Maret 2026.
Trump menolak berspekulasi mengenai kemungkinan Israel melanjutkan serangan setelah Amerika Serikat menghentikan operasinya. Ia menilai situasi tersebut tidak akan terjadi karena menurutnya serangan lanjutan tidak akan diperlukan.
Gedung Putih sebelumnya memperkirakan perang akan berlangsung selama empat hingga enam pekan. Namun, perkiraan waktu tersebut terus berubah dalam beberapa hari terakhir dan Trump menolak menetapkan batas waktu pasti untuk operasi militer tersebut.
Ketegangan kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan itu dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, sejumlah pejabat militer senior, dan lebih dari 150 siswi sekolah.
Iran kemudian melancarkan serangan balasan dengan drone dan rudal yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat, fasilitas diplomatik, serta sejumlah kota di Israel. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya enam personel militer Amerika Serikat.
Serangan Iran terus meningkat dengan penggunaan rudal yang membawa amunisi tandan ke wilayah Israel. Situasi ini memperburuk eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Di tengah konflik tersebut, Majelis Ahli Iran pada Minggu mengumumkan penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. Penunjukan tersebut segera mendapat dukungan dari Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Trump dalam wawancara terpisah dengan ABC News menyatakan kepemimpinan Mojtaba Khamenei tidak akan bertahan lama tanpa persetujuan Amerika Serikat.
“Dia harus mendapatkan persetujuan dari kami. Jika tidak, dia tidak akan bertahan lama,” kata Trump. (Keysa Qanita)
Baca juga: Netanyahu Tegaskan Israel Akan Lanjutkan Perang Melawan Iran dengan Kekuatan Penuh