PM Israel Benjamin Netanyahu. (EPA-EFE)
Netanyahu Tegaskan Israel Akan Lanjutkan Perang Melawan Iran dengan Kekuatan Penuh
Willy Haryono • 8 March 2026 09:21
Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa negaranya akan terus melanjutkan perang melawan Iran “dengan kekuatan penuh” di tengah eskalasi konflik yang telah berlangsung selama lebih dari sepekan.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Minggu, 8 Maret 2026, Netanyahu mengatakan Israel bersama Amerika Serikat telah memperoleh hampir kendali penuh atas ruang udara ibu kota Iran, Teheran, setelah rangkaian serangan udara yang intensif.
“Kami memiliki rencana sistematis untuk memberantas rezim Iran dan mencapai berbagai tujuan lainnya,” kata Netanyahu, dikutip dari TRT World.
Ia juga menyatakan pemerintah Israel akan terus melanjutkan operasi militer hingga mencapai kemenangan.
“Warga Israel meminta kami untuk terus berjuang sampai kemenangan, dan saya berterima kasih atas dukungan itu. Saya dapat memastikan bahwa kami akan melanjutkan dengan seluruh kekuatan kami,” ujarnya.
Klaim Kendali Udara
Netanyahu mengatakan kampanye pemboman yang dilakukan oleh pilot Israel dan Amerika Serikat telah memberikan keunggulan strategis di langit Teheran. Menurutnya, serangan udara tersebut membuat Israel dan sekutunya hampir sepenuhnya menguasai ruang udara di atas ibu kota Iran.Dalam pidatonya, Netanyahu juga menyampaikan pesan langsung kepada rakyat Iran. Ia menyebut konflik saat ini sebagai “momen kebenaran” bagi kawasan Timur Tengah.
“Israel telah mengubah wajah Timur Tengah seperti yang kami janjikan setelah peristiwa 7 Oktober, dan Israel juga telah mengubah dirinya sendiri,” kata Netanyahu.
Ia menambahkan bahwa sejumlah keputusan berisiko telah diambil untuk menyingkirkan musuh-musuh Israel.
Sejak 28 Februari, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan besar terhadap Iran yang menargetkan fasilitas militer, kepemimpinan politik, serta program nuklir negara tersebut.
Serangan itu dilaporkan menewaskan ratusan orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat keamanan senior. Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone ke Israel.
Teheran juga menargetkan kepentingan Amerika Serikat di negara-negara Teluk dan Yordania sebagai bagian dari respons militernya terhadap serangan tersebut.
Baca juga: Trump Sebut Iran Akan Dihantam dengan Keras usai Tolak Menyerah Tanpa Syarat