Paus Leo XIV: Warga Palestina Berhak Hidup Damai di Tanah Mereka Sendiri

Paus Leo XIV dalam sebuah acara di Vatikan. (Anadolu Agency)

Paus Leo XIV: Warga Palestina Berhak Hidup Damai di Tanah Mereka Sendiri

Willy Haryono • 11 January 2026 11:25

Vatikan: Paus Leo XIV menegaskan bahwa warga sipil Palestina memiliki hak untuk hidup damai di tanah mereka sendiri, baik di Tepi Barat maupun Jalur Gaza. Ia juga kembali menegaskan dukungan Takhta Suci terhadap Solusi Dua Negara antara Palestina dan Israel.

Dikutip dari Antara, Sabtu, 10 Januari 2026, pernyataan tersebut disampaikan Paus Leo XIV dalam pertemuan tahunan dengan para diplomat yang terakreditasi di Vatikan, yang digelar dalam rangka saling bertukar ucapan Tahun Baru.

Dalam forum tersebut, Paus menyampaikan keprihatinan atas penderitaan kemanusiaan warga sipil yang terus berlanjut meskipun gencatan senjata telah diumumkan pada Oktober lalu, sehingga menambah beban kesulitan yang telah mereka alami.

Paus mengatakan Takhta Suci terus memantau secara saksama setiap inisiatif diplomatik yang bertujuan memastikan masa depan perdamaian dan keadilan yang berkelanjutan bagi warga Palestina di Gaza, bagi seluruh rakyat Palestina, serta bagi seluruh rakyat Israel.

Ia menegaskan bahwa solusi dua negara tetap menjadi kerangka kelembagaan yang mampu menjawab aspirasi sah kedua bangsa. Namun demikian, Paus juga menyoroti meningkatnya kekerasan di Tepi Barat terhadap warga sipil Palestina, yang menurutnya memiliki hak untuk hidup damai di tanah mereka sendiri.

Dalam kesempatan yang sama, Paus Leo XIV mengkritik kembalinya perang yang ia gambarkan seolah telah menjadi sebuah tren global. Ia juga menyinggung meningkatnya militerisasi serta melemahnya multilateralisme internasional.

Menurut Paus, diplomasi yang mendorong dialog dan konsensus kini semakin tergantikan oleh apa yang ia sebut sebagai “diplomasi kekuatan”, yang dijalankan oleh individu atau kelompok negara sekutu.

Ia menilai prinsip-prinsip yang ditetapkan pasca-Perang Dunia II, yang melarang negara menggunakan kekuatan untuk melanggar perbatasan negara lain, kini semakin sering dilanggar. Paus menambahkan bahwa perdamaian tidak lagi dicari sebagai nilai itu sendiri, melainkan dipaksakan melalui kekuatan senjata sebagai sarana menunjukkan dominasi dan kedaulatan.

Paus Leo XIV memperingatkan bahwa kecenderungan tersebut berpotensi merusak supremasi hukum, yang ia sebut sebagai fondasi utama bagi kehidupan bersama yang beradab dan damai.

Baca juga:  Pimpin Misa Natal Perdana, Paus Leo XIV Serukan Perdamaian untuk Gaza

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)