Agus Harimurti Yudhoyono saat berbicara kepada awak media di Jakarta, Selasa, 14 April 2026. (Metrotvnews.com / Muhammad Reyhansyah)
Konflik Timur Tengah Berlarut, AHY Tekankan Pentingnya Negosiasi
Muhammad Reyhansyah • 15 April 2026 11:37
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa negosiasi dan kompromi tetap menjadi kunci utama dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah, meski perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi Pakistan belum mencapai kesepakatan.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat ditemui di sela-sela acara Supermentor di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.
“Tentu kita mengapresiasi segala ikhtiar yang dilakukan, bukan hanya negara-negara yang terlibat dalam perang saat ini di Timur Tengah, tapi juga negara-negara lain termasuk Indonesia yang berusaha juga untuk menghadirkan solusi, jalan damai,” ujarnya.
Peran Mediator Dinilai Krusial
Menurut AHY, penyelesaian konflik yang kompleks dan berkepanjangan membutuhkan peran mediator yang mampu menjembatani komunikasi antara pihak-pihak yang bertikai.“Diperlukan juru runding, juru negosiasi yang ulung, yang piawai, dan sekali lagi kesabaran untuk bisa menjadi dan mencari jembatan-jembatan komunikasi yang juga saling mendengarkan,” katanya.
Ia menilai bahwa proses negosiasi pada dasarnya merupakan upaya mencari titik temu melalui kompromi dari semua pihak yang terlibat.
“Karena pada prinsipnya negosiasi itu kompromi, take and give. Dan saya rasa selalu ada ruang untuk mencari ketemunya,” pungkas AHY.
Baca juga: SBY Peringatkan Konflik Timur Tengah Bisa Picu Krisis Ekonomi Global