Rusia Serang Bus Pekerja Tambang di Ukraina, 12 Orang Tewas dan 15 Terluka

Api berkobar di lokasi serangan Rusia di Ukraina. (State Emergency Service of Ukraine)

Rusia Serang Bus Pekerja Tambang di Ukraina, 12 Orang Tewas dan 15 Terluka

Muhammad Reyhansyah • 2 February 2026 08:47

Dnipro: Sedikitnya 12 pekerja tambang tewas akibat serangan drone Rusia di wilayah timur Ukraina, menurut keterangan perusahaan energi swasta terbesar di negara itu. 

DTEK menyebut sebuah bus yang mengangkut pekerja usai giliran kerja menjadi sasaran serangan di wilayah Dnipropetrovsk pada Minggu, 1 Februari 2026. Dinas Darurat Negara Ukraina melaporkan sedikitnya 15 orang lainnya mengalami luka-luka.

Sebelumnya, dua orang dilaporkan tewas dan sembilan lainnya terluka dalam serangan Rusia terpisah yang terjadi sepanjang Minggu dan malam sebelumnya. Rentetan serangan tersebut menambah daftar korban sipil di tengah perang yang masih berlangsung.

Serangan Rusia Sasar Warga Sipil

Di wilayah Zaporizhzhia, enam orang terluka setelah sebuah drone menghantam rumah sakit bersalin. Dua di antaranya adalah perempuan yang sedang melahirkan saat serangan terjadi. Kepala wilayah Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, menyebut insiden itu sebagai bukti lanjutan dari “perang yang diarahkan terhadap kehidupan."

Dilansir dari laporan BBC, Senin, 2 Februari 2026, lokasi serangan adalah Rumah Sakit Bersalin Nomor 3 di Jalan Bocharova, bagian timur kota tersebut. Rekaman video yang beredar di media sosial, dengan penanda administrasi nasional dan lokal, memperlihatkan kantor, ruang perawatan pasien, serta ruang anak-anak dengan jendela pecah dan tertutup puing. 

Beberapa video menunjukkan bekas kebakaran, sementara dua lainnya merekam api yang masih menyala di lantai pertama. Rekaman lain menampilkan petugas pemadam kebakaran mendobrak pintu bagian dalam dan mengevakuasi pasien.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiha mengatakan serangan terhadap rumah sakit itu menunjukkan Presiden Rusia Vladimir Putin tengah menjalankan “perang melawan warga sipil yang bertentangan dengan upaya perdamaian”. Fedorov kemudian melaporkan tiga orang lainnya terluka akibat serangan terpisah di kawasan permukiman.

Setelah serangan terhadap bus milik DTEK di kota Ternivka, perusahaan sempat menyebut 15 pekerja tambang tewas, namun kemudian merevisi jumlah korban menjadi sedikitnya 12 orang. 

Di tempat lain, seorang pria dan seorang perempuan tewas akibat serangan drone di kota Dnipro. Seorang pria berusia 72 tahun juga dilaporkan terluka di Nikopol. Secara terpisah, seorang perempuan berusia 59 tahun mengalami luka serius akibat penembakan di Kherson, sementara tiga orang lainnya terluka dalam serangan di Kharkiv.

Konflik Berjalan Menuju Dialog

Pada Januari, Moskow melancarkan gelombang serangan terarah ke jaringan listrik Ukraina, menyebabkan jutaan warga kehilangan pemanas dan listrik di tengah musim dingin ekstrem, dengan suhu diperkirakan turun di bawah minus 20 derajat Celsius di beberapa wilayah. 

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa Putin telah menyetujui penghentian serangan selama musim dingin, namun Kremlin kemudian menyatakan jeda tersebut berakhir pada Minggu.

Masih pada hari yang sama, Ukraina mengungkapkan sedang bekerja sama dengan SpaceX milik Elon Musk untuk mencegah Rusia menggunakan sistem satelit Starlink dalam serangan drone. Militer Ukraina bergantung pada Starlink untuk koneksi internet, namun menyatakan telah menemukan terminal Starlink pada drone jarak jauh yang digunakan Rusia. 

Musk mengatakan langkah untuk menghentikan penggunaan “tanpa izin” itu tampaknya berhasil, sementara Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov menyampaikan terima kasih kepadanya sebagai “sahabat sejati rakyat Ukraina."

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan putaran kedua perundingan tiga pihak guna mengakhiri pertempuran, hampir empat tahun sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh akan dimulai pada Rabu, bukan Minggu seperti yang semula direncanakan. 

Ia tidak menjelaskan alasan penundaan tersebut dan menyebut pembicaraan antara pejabat Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat akan digelar di Abu Dhabi.

Perundingan rencana perdamaian selama berbulan-bulan dimediasi oleh Amerika Serikat, dengan isu utama yang masih menjadi ganjalan adalah tuntutan wilayah. 

Rusia saat ini menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina, termasuk sebagian besar kawasan Donbas di timur, dan menuntut Kyiv menyerahkan wilayah Donbas yang belum direbut sepenuhnya. Ukraina, di sisi lain, dilaporkan menginginkan Rusia mengembalikan kendali atas pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Zaporizhzhia.

Baca juga:  
Serangan Drone Rusia Hantam Kereta Sipil Ukraina, Empat Orang Tewas

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)