Serangan Drone Rusia Hantam Kereta Sipil Ukraina, Empat Orang Tewas

Kereta penumpang sipil di Ukraina terbakar usai terkena serangan drone Rusia di Kharkiv, Selasa, 27 Januari 2026. (Oleksiy Kuleba / Telegram)

Serangan Drone Rusia Hantam Kereta Sipil Ukraina, Empat Orang Tewas

Willy Haryono • 28 January 2026 09:24

Kharkiv: Serangan drone Rusia menghantam sebuah kereta penumpang sipil di wilayah Kharkiv, Ukraina, pada Selasa, menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai dua lainnya, menurut pejabat Ukraina.

Dikutip dari Kyiv Post, Rabu, 28 Januari 2026, gerbong kereta dilaporkan terbakar setelah tiga drone jenis Shahed menghantam kereta yang tengah melaju di rute Barvinkove–Lviv–Chop.

Wakil Perdana Menteri Ukraina bidang Rekonstruksi, Oleksii Kuleba, mengatakan drone-drone tersebut menghantam bagian depan lokomotif serta salah satu gerbong penumpang.

Sebanyak 18 orang berada di dalam gerbong yang terkena serangan langsung, yang menyebabkan korban jiwa. Secara keseluruhan, terdapat 291 penumpang di dalam kereta tersebut dan seluruhnya dievakuasi. Dua korban luka dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Dalam unggahan di media sosial X, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut serangan tersebut sebagai “tindakan terorisme” dan menegaskan bahwa Rusia harus dimintai pertanggungjawaban.

Rusia telah secara signifikan meningkatkan kapasitasnya untuk membunuh dan meneror. Mereka berinvestasi dalam kemajuan teror. Dan tugas kami, yang seharusnya menyatukan semua orang beradab di seluruh dunia, adalah memastikan kemajuan dalam perlindungan kehidupan,” tulis Zelensky.

Kepala Administrasi Wilayah Kharkiv, Oleh Syniehubov, mengatakan serangan terjadi di komunitas Barvinkove dan memastikan bahwa layanan darurat telah dikerahkan ke lokasi kejadian.

Bus pengganti disiapkan untuk mengangkut para penumpang terdampak, sementara dukungan juga diberikan kepada penumpang lain yang menunggu perjalanan pulang di stasiun-stasiun.

“Serangan terhadap kereta penumpang ini merupakan tindakan teror langsung Rusia terhadap warga sipil. Tidak ada target militer,” kata Kuleba.

Rusia secara konsisten menargetkan infrastruktur perkeretaapian Ukraina sejak dimulainya invasi skala penuh pada 2022. Oktober lalu, rudal Rusia berulang kali menghantam infrastruktur kereta api di wilayah utara Ukraina, termasuk Sumy dan Chernihiv, dengan tujuan memutus jalur komunikasi ke wilayah garis depan.

Kuleba sebelumnya menyatakan bahwa serangan terhadap simpul-simpul perkeretaapian bertujuan “mempersulit transportasi penumpang dan barang, mengganggu operasi yang stabil, serta menciptakan tekanan tambahan bagi masyarakat dan perekonomian.”

Baca juga:  Polandia Sebut Rusia Akan Selalu Jadi Ancaman bagi Eropa Tengah dan Timur

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)