Menteri PU Ungkap Sempat Ditelepon Presiden: Dukung Kejar Kerugian Negara Rp1 Triliun

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo. Dok. Metrotvnews.com

Menteri PU Ungkap Sempat Ditelepon Presiden: Dukung Kejar Kerugian Negara Rp1 Triliun

Achmad Zulfikar Fazli • 6 March 2026 23:50

Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan langsung terhadap upaya penuntasan temuan kerugian negara sekitar Rp1 triliun di lingkungan Kementerian PU. Bahkan, Presiden sempat meneleponnya saat sedang kunjungan kerja di Sumatra Barat.

“Saya berhenti di tengah jalan tol, mungkin yang ada di Padang tahu saya berhenti di tengah jalan tol karena Pak Presiden telepon dan memberikan apresiasinya dan terima kasih. Dan, sekaligus meminta saya untuk terus mengerjakan bersih-bersih ini, dan menjadikan Kementerian PU jauh lebih bersih lagi, kerja lebih efektif, efisien, dan tidak ada lagi bocor-bocor di Kementerian Pekerjaan Umum,” ujar Dody, dalam Media Gathering di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.

Dia menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan temuan tersebut segera diselesaikan dan kerugian negara dikembalikan. “Saya sampaikan, fokus kita sekarang memang pada itu, pada bagaimana satu triliun itu bisa kita bereskan secepat-cepatnya,” kata Dody.

Menurut dia, dana sebesar itu memiliki manfaat besar bagi masyarakat jika kembali ke negara. “Berapa jembatan yang bisa kita bantu, berapa anak-anak yang sekolah tidak harus berenang dulu untuk menyeberang, berapa rumah yang bisa dibangun, berapa rumah sakit yang bisa dibangun,” ujar dia.

Baca Juga: 

Bikin Kanal Pengaduan, Menteri PU Mengaku Terima Banyak Keluhan dari Masyarakat



Menteri PU Dody Hanggodo saat berinteraksi dengan masyarakat penghuni Huntara di Rumoh Rayeuk Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara, Selasa (24/2/2026). (ANTARA/Rahmat Fajri)

Dody juga menyoroti praktik pengembalian kerugian negara yang selama ini kerap dicicil dalam jumlah kecil.

“Kalau kemarin kita sudah memberikan kelonggaran, super-super kelonggaran kepada teman-teman yang melakukan perkeliruan, hanya mengembalikan. Hanya mengembalikan pun, icrit icrit, sejuta dua juta, pendingnya masih banyak. Karena dianggap kalau sudah mengembalikan sejuta dari sekian miliar, selesai sudah,” kata Dody.

Dia menegaskan langkah pembenahan di Kementerian PU merupakan mandat langsung Presiden sejak awal masa jabatannya. “Saya berusaha menjalankan perintah Presiden Prabowo Subianto, di hari pertama saya dipanggil ke Kartanegara, perintahnya cuma satu, bersih-bersih,” kata Dody.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)