BP3MI Sumsel Tunggu Hasil Autopsi Penyebab Kematian TKI di Kamboja

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan Waydinsyah. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

BP3MI Sumsel Tunggu Hasil Autopsi Penyebab Kematian TKI di Kamboja

Whisnu Mardiansyah • 6 March 2026 16:45

Palembang: Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatra Selatan menyebutkan penyebab kematian Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Palembang, M Erlangga, 28, masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Korban meninggal dunia di Kamboja pada Februari 2026.

Kepala BP3MI Sumatera Selatan Waydinsyah menjelaskan korban meninggal dunia pada 17 Februari 2026 setelah diduga terjatuh dari sebuah gedung yang diduga menjadi tempatnya bekerja. Korban meninggal saat dalam proses evakuasi menuju rumah sakit.

"Kami masih menunggu hasil autopsi dari Polda untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban," ujar Waydinsyah di Palembang seperti dilansir Antara, Jumat, 6 Maret 2026.
 


Ia menjelaskan korban mengalami pendarahan hebat di bagian kepala. Untuk memastikan penyebab kematian, pihak keluarga menyerahkan jenazah korban ke RS Bhayangkara Palembang untuk dilakukan autopsi sebelum dimakamkan. Jenazah korban telah tiba di Palembang pada Rabu, 4 Maret 2026, dan langsung dibawa ke rumah sakit guna pemeriksaan lebih lanjut.

Saat ini perwakilan Indonesia di Kamboja masih mengalami keterbatasan informasi terkait kronologi kejadian. Pihak di Kamboja menyampaikan dokumen terkait pemeriksaan korban akan dikirimkan setelah jenazah tiba di Indonesia.


Ilustrasi Medcom.id

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumatra Selatan Indra Bangsawan mengatakan korban diketahui sudah dua kali bekerja ke Kamboja. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan di luar negeri dengan iming-iming gaji tinggi tanpa kejelasan pekerjaan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan terlebih dahulu informasi pekerjaan melalui Disnaker atau BP3MI sebelum memutuskan bekerja di luar negeri," kata dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)