Ses NCB Interpol Brigjen. Pol Untung Widyatmoko. Foto: Metro TV/Dimas Chairullah,
Pola Bergeser, Tindak Pidana Transnasional Mulai Sasar Indonesia
Dimas Chairullah • 9 May 2026 16:51
Jakarta: Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri mengungkap pergeseran tren kejahatan transnasional. Hal tersebut berdasarkan pengungkapan kantor judi online (judol) internasional, di Jakarta.
"Perkembangan hari ini menunjukkan bahwa pola pergeseran tindak pidana transnasional sudah mulai beralih ke Indonesia," kata Ses NCB Interpol Brigjen Pol Untung Widyatmoko di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta, Sabtu, 9 Mei 2026.
Markas sindikat judol internasional yang beroperasi di gedung perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower, menjadi bukti nyata. Yakni, bagaimana jaringan global mulai melirik Tanah Air sebagai basis operasi baru.
Untung menyebut pergeseran itu pascapenertiban kegiatan melawan hukum serupa. Khususnya, di Myanmar, Kamboja, Laos, dan Vietnam.
Untung memaparkan bahwa sindikat lintas negara ini masuk dan beroperasi di Indonesia melalui ajakan atau undangan dari mantan operator judi daring yang sebelumnya berbasis di Kamboja.
Pemilihan lokasi di tower perkantoran pusat kota menunjukkan strategi mereka untuk membaur guna menghindari pantauan otoritas.

Ses NCB Interpol Brigjen. Pol Untung Widyatmoko. Foto: Metro TV/Dimas Chairullah,
Meskipun demikian, Indonesia bukan satu-satunya negara tujuan baru bagi para sindikat tersebut. Pergeseran operasi serupa juga terpantau di Filipina, Timor Leste, hingga Uni Emirat Arab (Dubai) dan Afrika Selatan.
Untuk memberantas fenomena ini, Polri terus memperkuat kolaborasi lintas kementerian. Termasuk, Imigrasi dan Kementerian Luar Negeri.
Polri juga mengusulkan pembentukan satuan tugas khusus (task force) guna mengantisipasi kedatangan pelaku kejahatan transnasional dari negara-negara yang diindikasikan sebagai subject of interest.