Rupiah Ditutup ke Level Rp17.414/USD

Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.

Rupiah Ditutup ke Level Rp17.414/USD

Ade Hapsari Lestarini • 11 May 2026 17:13

Jakarta: Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini turun 32 poin atau 0,18 persen menjadi Rp17.414 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp17.382 per USD. Sementara kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin ini juga bergerak turun ke level Rp17.415 per USD dari sebelumnya Rp17.375 per USD.

Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menganggap turunnya rupiah dipengaruhi penolakan Iran terhadap proposal perdamaian oleh AS.

"Presiden AS Donald Trump menyebut tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian AS sama sekali tidak dapat diterima, sehingga meningkatkan risiko geopolitik," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 11 Mei 2026.

Komentar tersebut dinilai meredam harapan akan meredanya ketegangan dalam waktu dekat di kawasan Teluk.

Proposal AS yang ditawarkan menginginkan penghentian kegiatan pengayaan uranium Iran selama 20 tahun, penghapusan persediaan uranium yang sangat diperkaya, dan pembongkaran fasilitas nuklir utama sebagai imbalan atas pencabutan sanksi dan penghentian aksi militer.

Sebaliknya, Iran menuntut pencabutan sanksi, penghentian kehadiran angkatan laut AS di sekitar Selat Hormuz, jaminan keamanan, dan pengakuan hak Iran untuk melanjutkan beberapa aktivitas nuklir.


Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
 

Iran usul mengurangi sebagian uranium


Wall Street Journal melaporkan, Iran mengusulkan untuk mengurangi sebagian uranium yang sangat diperkaya dan mentransfer sisanya ke negara ketiga.

"Investor tetap fokus pada Selat Hormuz, yang sebagian besar tetap tertutup sejak awal konflik," ujar Ibrahim.

Ketegangan geopolitik ini terjadi menjelang kunjungan Trump ke Tiongkok yang dijadwalkan akhir pekan ini. Presiden AS diperkirakan akan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing.

Pertemuan puncak tersebut kemungkinan akan fokus pada perdagangan, Taiwan, dan konflik Iran, dengan Beijing dipandang sebagai pemain diplomatik kunci, karena memiliki hubungan cukup baik dengan Teheran.

Melihat sentimen domestik, Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada April 2026 menunjukkan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional tetap terjaga di zona optimistis. Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2026 yang berada di level 123,0 atau meningkat tipis dibandingkan Maret 2026 sebesar 122,9.

"Level indeks di atas 100 mencerminkan konsumen masih memiliki optimisme terhadap kondisi ekonomi," ungkap dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)