Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur (Jaktim) mengevakuasi dua warga dalam kondisi sakit saat banjir di kawasan Pekayon, Pasar Rebo. Foto: ANTARA/HO-Sudin Gulkarmat Jakarta Timur.
Kali Cipinang Meluap, 9 RW di Ciracas Terendam Banjir
Fachri Audhia Hafiez • 22 March 2026 08:37
Jakarta: Kondisi cuaca ekstrem pada Sabtu sore, 21 Maret 2026, memicu luapan Kali Cipinang yang merendam sembilan Rukun Warga (RW) di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Banjir kiriman dari hulu di kawasan Cimanggis, Depok, membuat debit air meningkat tajam hingga melampaui kapasitas tanggul dan masuk ke permukiman warga.
"Hujannya dari sore. Volume air dari hulu di kawasan Cimanggis, Depok cukup besar, sehingga menyebabkan Kali Cipinang meluap," kata Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, saat dikonfirmasi di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 22 Maret 2026.
Panangaran merinci, luapan sungai ini berdampak pada empat kelurahan, yakni Cibubur, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, dan Rambutan. Meski biasanya genangan surut dalam waktu dua jam, kali ini air terpantau masih merendam rumah warga hingga lebih dari tiga jam.
"Biasanya dua jam sudah surut, tapi sampai pukul 22.00 WIB air masih belum surut, awet banget banjirnya," tambah Panangaran.
Tingginya muka air yang mencapai 1,7 meter di beberapa titik, seperti Jalan H. Mardah, memaksa petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur turun tangan melakukan evakuasi massal. Prioritas penyelamatan diarahkan pada kelompok rentan yang terjebak di dalam rumah.
"Fokus utama kami adalah menyelamatkan warga yang paling berisiko, seperti balita, lansia, ibu hamil, dan warga yang sakit," ujar Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar Zakaria.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengevakuasi 47 jiwa, termasuk enam balita, enam lansia, dan seorang ibu hamil. Tak hanya itu, di lokasi lain yakni Jalan H. Syarif, petugas juga menyelamatkan enam warga yang terjebak banjir setinggi 105 sentimeter. Sebanyak satu unit light rescue dikerahkan untuk memastikan seluruh warga mencapai titik aman.
Pihak kecamatan bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan intensif di sepanjang bantaran Kali Cipinang. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan segera melaporkan kondisi darurat melalui kanal resmi yang tersedia.