Kondisi cuaca di Kota Bengkulu pada Jumat, 28 Agustus 2026. ANTARA/Anggi Mayasari
295 Titik Panas Muncul di Bengkulu Sepanjang Agustus, Warga Diminta Waspada
Silvana Febiari • 28 August 2026 15:08
Kota Bengkulu: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno mengimbau masyarakat Provinsi Bengkulu meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sepanjang Agustus 2026, tercatat 295 titik panas di wilayah tersebut.
"Walaupun belum ada laporan karhutla, masyarakat tetap kami imbau untuk waspada dan melakukan pencegahan. Jangan sampai aktivitas masyarakat justru memicu terjadinya kebakaran," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu, Evi Ismiazizah, dilansir dari Antara, Jumat, 28 Agustus 2026.
Sepanjang Agustus, jumlah titik panas yang terdeteksi cukup tinggi. Masyarakat diminta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran di wilayah masing-masing. Daerah dengan jumlah titik panas terbanyak berada di Kabupaten Kaur yang mencapai 120 titik.
Baca Juga :
Menurut dia, potensi kebakaran lahan dapat meningkat ketika kondisi lingkungan lebih kering. Untuk itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api, khususnya di kawasan yang mudah terbakar.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah di area terbuka tanpa pengawasan, dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sengaja.
"Pencegahan ini harus dilakukan bersama-sama. Kita berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap lingkungan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran," ujarnya.

Ilustrasi: Sejumlah pengendara melintas di atas jembatan Siak IV yang dipenuhi kabut asap di Pekanbaru, Riau, Senin, 24 Agustus 2026. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/YU/pri.
Selain itu, suhu udara di Provinsi Bengkulu juga terpantau cukup tinggi. Suhu maksimum tercatat mencapai 32,4 derajat Celsius.
"Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai karena dapat membuat vegetasi dan lahan menjadi lebih kering sehingga berpotensi lebih mudah terbakar apabila terdapat sumber api," jelas dia.