Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail bersama jajaran terkait turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi serta akses yang selama ini digunakan para siswa (Foto:Dok.Pemkab Bandung Barat)
Bupati Kabupaten Bandung Barat Tinjau dan Berikan Solusi Akses Siswa di Waduk Saguling
Rosa Anggreati • 1 September 2026 13:23
Bandung Barat: Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bergerak cepat menindaklanjuti persoalan akses sejumlah siswa SDN Budiharja Cililin yang selama ini menggunakan rakit untuk menuju sekolah di kawasan Waduk Saguling, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail bersama jajaran terkait turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi serta akses yang selama ini digunakan para siswa.
Dari kunjungan tersebut ditemukan sejumlah fakta di lapangan yang menjadi bahan evaluasi dan kajian untuk menentukan solusi yang paling tepat.
Tim PUTR Kabupaten Bandung Barat juga telah melakukan kajian teknis. Berdasarkan kajian sementara, bentang yang harus dilintasi mencapai 280 meter, sehingga pembangunan jembatan gantung tidak memungkinkan untuk dilakukan.
Salah satu alternatif yang memungkinkan adalah pembangunan jembatan apung. Namun berdasarkan estimasi awal, opsi tersebut membutuhkan biaya yang besar sehingga masih diperlukan kajian lebih lanjut baik dari sisi teknis maupun pembiayaan.
Di sisi lain, Pemkab Bandung Barat juga menyiapkan opsi penanganan jangka pendek berupa transportasi mobil antarjemput bagi sekitar 16 siswa yang selama ini menggunakan rakit untuk berangkat dan pulang sekolah.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail (Foto:Dok.Pemkab Bandung Barat)
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan seluruh opsi tersebut masih akan dikaji dan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait agar solusi yang diambil benar-benar aman, efektif, dan dapat dilaksanakan.
“Semua opsi kita kaji. Untuk jangka panjang kita melihat kemungkinan pembangunan akses yang lebih permanen. Sementara, untuk langkah cepat kita siapkan alternatif transportasi bagi anak-anak,” ujar Bupati.
Hasil kajian teknis dan sejumlah alternatif penanganan tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada Gubernur Jawa Barat untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memastikan persoalan ini akan ditindaklanjuti secara konkret. Keselamatan dan kemudahan anak-anak dalam menempuh pendidikan menjadi prioritas utama dengan tetap mempertimbangkan solusi yang paling memungkinkan untuk segera diwujudkan.