Apa Itu PBG dalam Pembuatan Lapangan Padel? Ini Penjelasannya

Ilustrasi freepik

Apa Itu PBG dalam Pembuatan Lapangan Padel? Ini Penjelasannya

Putri Purnama Sari • 29 August 2026 16:48

Jakarta: Bisnis lapangan padel semakin berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga tersebut. Namun, sebelum membangun fasilitas padel, pemilik usaha perlu memperhatikan aspek legalitas dan perizinan, salah satunya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

PBG penting diperhatikan sejak tahap perencanaan karena pembangunan fasilitas olahraga tidak hanya berkaitan dengan pemasangan lapangan, tetapi juga dapat melibatkan konstruksi bangunan, struktur, fasilitas pendukung, hingga sistem utilitas.

Lantas, apa itu PBG dalam pembuatan lapangan padel dan mengapa dokumen ini penting? Dilansir dari izingedung.id, berikut informasinya.

Apa Itu PBG?

PBG diberikan kepada pemilik bangunan untuk melaksanakan pembangunan baru, perubahan, perluasan, pengurangan, atau perawatan bangunan sesuai standar teknis yang berlaku.

PBG menggantikan sistem Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan menjadi bagian dari sistem legalitas bangunan di Indonesia. Penerapannya mengacu antara lain pada Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Bangunan Gedung.

Artinya, PBG tidak hanya berkaitan dengan dokumen administratif. Prosesnya juga mempertimbangkan berbagai aspek teknis bangunan, termasuk struktur, arsitektur, utilitas, keselamatan, dan kesesuaian tata ruang.

Apakah Lapangan Padel Membutuhkan PBG?


Ilustrasi lapangan padel. Foto: dok MPM.

Kebutuhan PBG dalam proyek lapangan padel perlu dilihat berdasarkan kondisi dan konstruksi fasilitas yang akan dibangun. Lapangan padel umumnya terdiri dari area permainan dengan struktur pendukung seperti lantai, pagar atau dinding kaca, tiang, serta elemen pelindung lainnya.

Dalam proyek komersial, pembangunan juga dapat dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti ruang ganti, toilet, ruang administrasi, area penyimpanan, tempat duduk, kantin, hingga bangunan lainnya.

Karena itu, pemilik proyek sebaiknya tidak hanya melihat lapangan padel sebagai area olahraga, tetapi juga memeriksa status konstruksi dan fungsi bangunan yang akan didirikan.

PBG pada prinsipnya berkaitan dengan pembangunan atau perubahan bangunan yang harus memenuhi standar teknis dan ketentuan tata ruang.

Apa yang Perlu Diperhatikan dalam PBG Lapangan Padel?

Dalam merencanakan pembangunan lapangan padel, terdapat sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar desain dan konstruksi dapat disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

1. Kesesuaian Tata Ruang

Lokasi menjadi salah satu hal penting sebelum pembangunan dimulai. Pemilik proyek perlu memastikan bahwa penggunaan lahan sesuai dengan peruntukan ruang dan ketentuan tata ruang daerah. Hal ini penting agar pembangunan fasilitas olahraga tidak bertentangan dengan rencana tata ruang yang berlaku.

PBG sendiri menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memastikan pembangunan sesuai dengan standar teknis dan tata ruang.

2. Struktur Lapangan

Lapangan padel memiliki sejumlah elemen konstruksi yang perlu diperhatikan, termasuk struktur rangka, lantai, pagar, serta dinding kaca. Perencanaan struktur perlu mempertimbangkan keamanan dan kestabilan fasilitas sehingga lapangan dapat digunakan dengan aman oleh pemain.

Dalam proses PBG, aspek struktur menjadi salah satu bagian yang diperhatikan dalam evaluasi teknis bangunan.

3. Sistem Kelistrikan dan Utilitas

Lapangan padel yang beroperasi secara komersial biasanya membutuhkan berbagai fasilitas kelistrikan dan utilitas, terutama apabila digunakan pada malam hari.

Sistem pencahayaan, instalasi listrik, sanitasi, drainase, dan fasilitas pendukung lainnya perlu direncanakan dengan baik dan disesuaikan dengan standar teknis yang berlaku.

4. Drainase dan Kondisi Lahan

Drainase juga menjadi bagian penting dalam pembangunan fasilitas olahraga. Lapangan padel perlu memiliki sistem pembuangan air yang baik agar tidak terjadi genangan yang dapat mengganggu aktivitas olahraga maupun mempercepat kerusakan fasilitas.

Karena itu, kondisi lahan dan sistem drainase sebaiknya diperhitungkan sejak tahap perencanaan.

5. Fasilitas Pendukung

Pembangunan bisnis padel biasanya tidak hanya terdiri atas lapangan. Pemilik usaha dapat menyediakan toilet, ruang ganti, ruang tunggu, area parkir, ruang staf, hingga fasilitas komersial lainnya.

Semakin kompleks fasilitas yang dibangun, semakin penting memastikan seluruh rencana pembangunan telah sesuai dengan ketentuan teknis dan perizinan yang berlaku.

Bagaimana Proses Pengajuan PBG?


Ilustrasi freepik

Pengajuan PBG dilakukan melalui Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG). Secara umum, prosesnya melibatkan pengisian data bangunan, penyampaian dokumen administrasi dan teknis, serta proses pemeriksaan dan verifikasi oleh pihak yang berwenang.

Dokumen teknis yang diperlukan dapat berkaitan dengan desain arsitektur, struktur, serta sistem mekanikal, elektrikal, dan utilitas, tergantung karakteristik bangunan yang diajukan.

Karena itu, pemilik proyek lapangan padel sebaiknya menyiapkan desain dan dokumen teknis sejak awal agar proses pengajuan tidak terkendala karena adanya ketidaksesuaian data.

Mengapa PBG Penting Sebelum Membuat Lapangan Padel?

PBG penting karena berkaitan dengan legalitas sekaligus kepatuhan terhadap standar teknis bangunan. Dengan memiliki persetujuan yang sesuai, pemilik proyek dapat memastikan pembangunan direncanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

PBG juga menjadi bagian dari legalitas bangunan yang berkaitan dengan proses penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) setelah bangunan selesai dan akan digunakan.

Sebaliknya, pembangunan tanpa memperhatikan legalitas dapat menimbulkan risiko administratif dan operasional. Pemilik juga dapat menghadapi kendala ketika membutuhkan legalitas lanjutan untuk bangunan atau kegiatan usaha.

(Putri Purnama Sari)