Konferensi pers Food Ingredients Asia Indonesia 2026. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah
Tren Pangan Sehat Buka Peluang Industri Bahan Baku
Eko Nordiansyah • 27 August 2026 15:40
Jakarta: Tren makanan dan minuman yang lebih sehat turut mendorong kebutuhan industri terhadap bahan baku atau ingredients yang dapat mendukung kandungan gizi pokok. Sejumlah bahan rendah kalori, probiotik, dan serat dinilai mulai banyak dibutuhkan untuk menghasilkan produk pangan sehat.
Director South East Asia Food and Agriculture Science & Technology (SEAFAST) Center LRI PGKH IPB University Puspo Edi Giriwono, menyebut kebutuhan bahan baku tersebut akan bergantung pada formulasi dan kebutuhan masing-masing produk. Salah satunya, bahan baku dengan kandungan rendah kalori yang menjadi nilai penting dalam tren pilihan pangan yang lebih sehat saat ini.
”Saat ini low calorie itu menjadi penting, karena tadi ada scoring-nya terkait berapa manis atau seberapa banyak kalori, untuk menghasilkan produk yang lebih menyehatkan. Yang lainnya ada probiotik, seratnya, dan seterusnya,” ucap Puspo dalam konferensi pers Food Ingredients Asia Indonesia 2026 di Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Pemenuhan nutri level
Kebutuhan bahan baku pangan yang lebih sehat juga berkaitan dengan upaya produsen pangan dalam memenuhi kriteria nutri level pada produk yang dihasilkan. Puspo menilai bahwa produsen bahan baku perlu menyediakan bahan yang sesuai untuk membantu industri menyesuaikan kandungan produknya.Pengembangan bahan baku juga perlu melihat pola konsumsi masyarakat, terutama terkait asupan gula, garam, dan lemak (GGL). Data konsumsi tersebut dapat menjadi acuan untuk menentukan bahan yang dibutuhkan dalam proses reformulasi produk pangan yang lebih sehat.
Selain itu, penggunaan bahan baku juga dapat diarahkan untuk meningkatkan nilai gizi makanan. Puspo memberikan contoh mengenai pengembangan bahan dengan kandungan vitamin dan gizi yang terkontrol untuk menangani persoalan gizi buruk pada anak.
”Ingredients kita ciptakan produk untuk menangani anak-anak gizi buruk untuk mencegah stunting, itu yang kita kerjakan,” ucapnya.
Dengan begitu, pengembangan bahan baku juga dapat mendukung program fortifikasi, yakni penambahan zat gizi, vitamin, dan mineral ke dalam bahan makanan atau minuman untuk menghasilkan produk yang lebih sehat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia. (Tiaranissa Juliansyah)