Nakes dan Relawan Bencana Diharapkan Tak Abaikan Keselamatan Diri

Kompleks Parlemen, Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

Nakes dan Relawan Bencana Diharapkan Tak Abaikan Keselamatan Diri

Fachri Audhia Hafiez • 31 August 2026 01:09

Jakarta: Keselamatan serta perlindungan fisik dan mental bagi tenaga kesehatan (nakes) maupun relawan yang bertugas dalam penanganan pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) didorong diprioritaskan. Termasuk, memastikan istirahat yang cukup bagi para nakes.

"Dalam situasi bencana, kehadiran tenaga kesehatan sangat dibutuhkan. Tetapi kita juga harus memastikan mereka bekerja dalam kondisi yang aman, mendapat waktu istirahat yang cukup, dan tidak dipaksa mengabaikan keselamatan diri atas nama pengabdian," kata anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani Aher dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu, 30 Agustus 2026.
 


Penegasan ini disampaikan menyusul kabar duka gugurnya seorang relawan kemanusiaan akibat kelelahan ekstrem saat mendistribusikan bantuan di wilayah Manggarai Timur. Netty menilai perlunya membangun sistem mitigasi dan perlindungan yang terstruktur bagi para petugas kemanusiaan di lapangan.

"Pemerintah juga harus memberikan edukasi kepada semua relawan yang bertugas untuk memastikan bisa menyelamatkan diri sendiri dulu sebelum menyelamatkan orang lain," ucap Netty.


Tim SAR mengevakuasi jenazah relawan kemanusiaan Gempa NTT. Foto: SAR Maumere.

Selain perlindungan fisik, Netty menyoroti pengiriman 206 Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) oleh Kementerian Kesehatan ke enam kabupaten terdampak di Flores. Dia menekankan bahwa respons kesehatan pascabencana tidak boleh berhenti pada penanganan korban luka fisik semata.

Ia meminta agar penanganan kesehatan bergerak cepat mengantisipasi potensi timbulnya penyakit di pengungsian seperti ISPA, gangguan gizi, hingga keterbatasan sanitasi, seraya mempercepat pemulihan fasilitas puskesmas dan rumah sakit yang rusak.

"Prioritas kita jelas, korban tertangani, kelompok rentan terlindungi, tenaga kesehatan juga selamat, dan layanan kesehatan daerah dapat segera kembali normal," kata Netty.

(Fachri Audhia Hafiez)