Kilau Emas Masih Atraktif, Berpeluang Lanjutkan Penguatan

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Kilau Emas Masih Atraktif, Berpeluang Lanjutkan Penguatan

Eko Nordiansyah • 9 February 2026 12:15

Jakarta: Harga emas dunia (XAU/USD) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih bergerak volatil dengan kecenderungan menguat, meskipun sebelumnya sempat mengalami tekanan cukup dalam. Pergerakan emas saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah penurunan lebih dari satu persen pada sesi perdagangan Amerika Utara pada Rabu lalu.

Analis Dupoin Futures Andy Nugraha menyampaikan, harga emas sempat menyentuh level tertinggi tiga hari di kisaran USUSD5.091 sebelum akhirnya terkoreksi dan diperdagangkan di sekitar USUSD4.901, seiring dengan penguatan moderat dolar AS dan beragamnya sentimen pasar global.

Andy Nugraha menjelaskan, secara teknikal struktur pergerakan harga emas masih menunjukkan kecenderungan bullish. Kombinasi pola candlestick yang terbentuk saat ini, diperkuat oleh indikator Moving Average, mengindikasikan bahwa tren naik pada XAU/USD masih cukup solid.

"Hal ini menandakan tekanan beli belum sepenuhnya mereda, meskipun pasar sempat mengalami aksi ambil untung setelah reli sebelumnya. Dengan kondisi tersebut, peluang emas untuk kembali melanjutkan penguatan masih terbuka dalam jangka pendek," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin, 9 Februari 2026.

2 skenario utama gerak harga emas

Untuk proyeksi pergerakan hari ini, Andy menyampaikan, apabila tekanan bullish mampu berlanjut dan harga emas berhasil bertahan di atas area support kunci, maka XAU/USD berpotensi kembali menguji level resistance di sekitar USD5.086.

"Namun demikian, jika harga gagal melanjutkan kenaikan dan mengalami koreksi lanjutan, maka potensi penurunan terdekat diperkirakan mengarah ke area support di kisaran USD4.841. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada terhadap pergerakan harga yang cepat dan dinamis," ujar dia.
Dari sisi fundamental, harga emas juga mendapatkan dukungan pada sesi awal perdagangan Asia hari Kamis, di mana XAU/USD sempat melonjak hingga mendekati USUSD5.005. Pemulihan ini terjadi setelah periode volatilitas yang cukup intens, dengan para pelaku pasar kembali mempertimbangkan perkembangan ekonomi Amerika Serikat serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.

Faktor geopolitik jadi penentu

Ketegangan geopolitik menjadi salah satu faktor utama yang mendorong minat beli emas, terutama setelah militer AS menembak jatuh drone Iran yang dianggap mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab. Insiden tersebut memicu kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik antara AS dan Iran, meskipun kedua negara telah mengonfirmasi rencana perundingan di Oman.

Namun demikian, Andy menyebut, potensi kenaikan harga emas dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan. Penguatan Dolar AS menjadi salah satu faktor penekan, tercermin dari kenaikan Indeks Dolar AS (DXY) ke level 97,67.

Selain itu, perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter Federal Reserve juga berpotensi membatasi ruang gerak emas. Pasar saat ini menilai peluang penurunan suku bunga Fed pada pertemuan Juni berada di kisaran 46 persen, menyusul sinyal kebijakan yang lebih hawkish dan data ekonomi AS yang relatif beragam.

Data ketenagakerjaan ADP yang lebih lemah dari perkiraan serta PMI Jasa AS yang masih berada di atas ekspektasi menunjukkan kondisi ekonomi yang tidak sepenuhnya konsisten. Situasi ini, menurut Andy Nugraha, justru menjadi pemicu meningkatnya volatilitas di pasar emas.

"Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut, harga emas hari ini diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat, sehingga strategi trading yang disiplin dan manajemen risiko yang ketat menjadi kunci bagi para pelaku pasar," ungkap dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)