Pakar Ungkap Penyebab Brain Rot: Sering Scrolling Konten 'Receh'

Ilustrasi gadget. Foto: Pexels/Towfiqu Barbhuiya

Pakar Ungkap Penyebab Brain Rot: Sering Scrolling Konten 'Receh'

Muhamad Marup • 17 July 2026 14:12

Jakarta: Hiburan 'receh' di media sosial dalam bentuk konten pendek, absurd, random, dan cepat semakin marak. Meski lucu dan menghibur dampaknya dapat membuat pengguna tanpa sadar terus scrolling dan dalam jangka panjang mengakibatkan brain rot.

Guru Besar Universitas Indonesia, Agustino Zulys, mengatakan, brain rot merupakan fenomena ketika otak terlalu sering terpapar konten cepat dan dangkal. Brain rot secara perlahan memengaruhi fokus, konsentrasi, dan cara berpikir.

"Brain rot itu pembusukan otak. Bukan penyakit resmi, tapi fenomena nyata," ujar Zulys, melalui unggahan di akun instagram pribadinya @prof.zulys, Jumat, 17 Juli 2026.

Ia menyebut, secara sains, kondisi ini berkaitan dengan sistem dopamin di otak. Setiap scroll, video baru memberi “reward” kecil yang membuat otak terus ingin mencari stimulasi berikutnya, sehingga otak jadi lebih sulit bertahan pada sesuatu yang membutuhkan fokus dan pemikiran mendalam.

"Berbagai artikel ilmiah menunjukkan brain rot dapat menyebabkan penurunan kemampuan berpikir karena terlalu banyak konsumsi konten receh, cepat, dan dangkal," jelasnya.

Gejala Brain Rot

Zulys menerangkan, kondisi brain rot membuat munculnya kecanduan digital. Otak manusia sebenarnya dirancang untuk fokus berpikir mendalam akan terganggu karena terlalu banyak informasi yang didapat.

Guru Besar Universitas Indonesia, Agustino Zulys. Foto: Instagram/@prof.zulys

Ia memaparkan beberapa gejala brain rot yaitu:
  1. Tidak tahan menonton video lebih dari 1 menit.
  2. Daya ingat melemah. 
  3. Informasi tidak masuk keingatan panjang.
  4. Sulit membuat keputusan.
  5. Sering jadi lebih reaktif, kurang reflektif.

"Jadi timbul lonjakan dopamin terus-menerus. Hasilnya, otak memberi sinyal. Kalau mau senang, scroll lagi," tuturnya.

Dampak Brain Rot

Zulys menerangkan, brain rot mengancam anak-anak yang tengah dalam masa perkembangan otak. Berbagai dampak brain rot terhadap fungsi otak seperti:
  1. Sulit fokus belajar.
  2. Cepat bosan.
  3. Ketergantungan gadget.
  4. Gangguan emosi.
  5. Meningkatkan Risiko depresi meningkat.
  6. Dalam jangka panjang, bisa mengalami gangguan perkembangan kecerdasan. 
Ia menilai, kecenderungan anak suka konten-konten brain rot karena sistem sudah merancang kondisi tersebut melalui algoritma. Penyedia platform media sosial mengetahui kecenderungan konten yang disukai sehingga menyuguhkan konten-konten tersebut.

"Platform yang dipakai tahu apa yang bikin kamu tonton lama. Kesenangan instan, tidak perlu mikir, sudah bisa langsung senang," ucapnya.

(Muhamad Marup)