Prabowo Bicara Risiko Politik di Tengah Program Prioritas: Hidup adalah Selalu Risiko

Presiden Prabowo berdialog dengan Wapemred Metro TV Rivana Pratiwi bersama sejumlah jurnalis senior, pimpinan media nasional, dan pakar. Dok: Metro TV

Prabowo Bicara Risiko Politik di Tengah Program Prioritas: Hidup adalah Selalu Risiko

Achmad Zulfikar Fazli • 16 September 2026 19:32

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto bicara soal risiko politik yang harus dihadapi di tengah sejumlah program prioritas yang dijalankan secara bersamaan. Mulai dari program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, Swasembada Pangan, dan Swasembada Energi yang digas pada periode pertama pemerintahan Prabowo.

Hal ini disampaikan Prabowo menjawab pertanyaan Wakil Pemimpin Redaksi (Wapemred) Metro TV Rivana Pratiwi dalam sesi dialog bersama sejumlah jurnalis senior, pimpinan media nasional, dan pakar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Saat itu, Rivana bertanya bakal ada risiko-risiko politik yang harus ditanggung Prabowo karena menancapkan semua program-program prioritas secara bersamaan.

"Bapak sudah menghitung risiko politik itu, ya?" tanya Rivana 
di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip pada Rabu, 16 September 2026,

Prabowo menjawab setiap kehidupan selalu ada risiko. Dia siap menanggung risiko atas semua program prioritas yang dijalankan secara bersamaan.

"Hidup adalah selalu risiko. Anda naik mobil itu risiko. Iya kan? Apa Anda yakin naik mobil Anda tidak tertabrak? Everything has a risk," ujar Prabowo.

Menurut dia, semua program prioritas yang dicanangkan pemerintahan sangat penting, seperti program Makan Bergizi Gratis. Atas dasar itu, dia mengebut semua program prioritas dalam periode pertama pemerintahannya.

"Tapi yang penting begini, ya. Orang lapar itu tidak bisa menunggu lama. Orang lapar di negara seperti kita, yang berani masuk G20, saya pribadi, saya tidak terima. Jadi kalau Anda bilang saya ngegas, iya," ujar Prabowo


Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV Rivana Pratiwi saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. Foto: dok Metro TV.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menjelaskan soal program swasembada pangan yang digencarkan pemerintah. Menurut dia, Kementerian Pertanian di bawah kepemiminan Amran Sulaiman berhasil merealisasikan program tersebut dengan cepat.

"Saya beri waktu tadinya, swasembada pangan empat tahun. Tapi terus terang saja, saya harus mengakui, saya punya tim pertanian, saya punya Menteri Pertanian yang hebat, saya beruntung, saya, tadinya tidak kenal dia, dia bukan partai saya, saya benar-benar tidak kenal Pak Amran. Tapi saya, dua-tiga kali lihat pemikiran pidato dia, ini cocok. Dari empat tahun, dia bisa hasilkan swasembada  satu tahun. Ini kan luar biasa, ini," ujar Prabowo.

Dia sedih capaian ini justru dipandang sebelah mata oleh sejumlah pakar. Padahal, mereka juga menikmati keberhasilan swasembada pangan tersebut.

"Saya, hati saya, ya sudah. Saya kerja untuk rakyat, itu saja. Bagi saya, dan tim saya, dan menteri-menteri saya," ujar Prabowo.

Oleh karena itu, dia menilai setiap program yang dijalankan pemerintah pasti menimbulkan risiko. Tapi, dia percaya dengan bukti dan kebenaran. Menurut dia, keberhasilan swasembada pangan membuat Indonesia relatif aman menghadapi berbagai permasalahan global.

"Kita, bayangkan, kalau perang di Timur Tengah dan di mana-mana, kalau kita tidak swasembada pangan, bagaimana coba? Tetangga kita, Malaysia, Filipina, Jepang, Anda cek harga beras di sana," ujar Prabowo.

Dia juga meyakini semua kerja-kerja pemerintah dilihat dan dirasakan oleh masyarakat. Terbukti, dia selalu mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat selama melakukan kunjungan kerja.

"Jadi, saya pikir, saya kok yakin sekali, kalau tiap kali saya muncul di rakyat, rakyat berbondong-bondong menyambut saya. Jadi, bagi saya, yang penting saya kerja, kita kerja," ujar Prabowo.

(Achmad Zulfikar Fazli)