Spesifikasi F-15SR, Jet Tempur Saudi yang Ditembak Jatuh Houthi di Yaman

Jet tempur F-15SR Arab Saudi. (via defense-arab.com)

Spesifikasi F-15SR, Jet Tempur Saudi yang Ditembak Jatuh Houthi di Yaman

Riza Aslam Khaeron • 17 September 2026 13:26

Jakarta: Dalam eskalasi pertempuran di Yaman, kelompok Houthi yang berbasis di Sanaa mengeklaim telah menembak jatuh pesawat tempur F-15 milik Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi di Provinsi Marib, Yaman, pada Rabu, 16 September 2026.
 
Pihak Arab Saudi belum memberikan keterangan resmi terkait klaim tersebut. Namun, Houthi telah merilis rekaman pembidikan pesawat menggunakan sensor inframerah serta foto puing yang memperlihatkan bagian sayap dan ekor berlogo Saudi.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa pesawat tersebut ditembak menggunakan rudal permukaan-ke-udara buatan lokal. Namun, ia tidak mengungkapkan jenis rudal yang digunakan. Melansir laporan The War Zone, nomor pada bagian ekor pesawat tampak sebagai 5539. Pesawat itu disebut tergabung dalam Skadron ke-55 yang bermarkas di Pangkalan Udara King Khalid.

Nomor ekor 5539 diyakini termasuk dalam kelompok F-15S yang dimodernisasi melalui program F-15SR atau Saudi Retrofit. Lantas, seperti apa kemampuan F-15SR yang diduga ditembak jatuh Houthi? Berikut spesifikasinya
.

F-15S yang Dirombak Mendekati Standar F-15SA


Puing jet tempur Saudi yang ditemukan Houthi di Yaman. (Istimewa)

F-15SR bukan pesawat baru yang diproduksi dari awal. Huruf "SR" merupakan singkatan dari Saudi Retrofit, yaitu sebutan bagi F-15S Arab Saudi yang dimodernisasi ke konfigurasi serupa F-15SA (Saudi Advanced).

F-15S sendiri merupakan varian ekspor F-15E Strike Eagle yang dibuat untuk Arab Saudi. F-15E dikenal sebagai salah satu jet tempur tersukses di dunia dengan catatan 104 kemenangan dalam pertempuran udara tanpa pernah kalah oleh pesawat lawan.

Kendati demikian, pesawat F-15E Strike Eagle telah beberapa kali jatuh akibat serangan dari darat. Peristiwa terbaru terjadi pada April lalu saat puncak perang antara Amerika Serikat dan Iran, ketika pasukan Iran berhasil menembak jatuh pesawat jenis tersebut di wilayahnya.

Program modernisasi yang menjadi dasar F-15SR bermula ketika Amerika Serikat menyetujui paket penjualan senjata kepada Arab Saudi pada 2010. Paket bernilai 29,4 miliar dolar AS berdasarkan laporan The Washington Post tahun 2015 tersebut mencakup 84 pesawat F-15SA baru serta peningkatan armada F-15S Saudi ke konfigurasi F-15SA yang lebih maju.

Namun, butuh waktu satu dekade bagi Arab Saudi untuk menyelesaikan proyek ini. Berdasarkan laporan Saudi Gazette, unit F-15SR pertama yang dikonversi secara lokal di Arab Saudi telah menjalani penerbangan uji fungsi (functional check flight) dari Bandara Internasional Riyadh pada Rabu, 15 Januari 2020. Pekerjaan konversi dilakukan oleh Alsalam Aerospace Industries dengan dukungan Boeing dan pemerintah Amerika Serikat.
 

Spesifikasi Umum F-15SR

Boeing dan Angkatan Udara Saudi tidak menerbitkan lembar spesifikasi publik tersendiri untuk F-15SR. Karena pesawat ini dikembangkan dari F-15S yang merupakan turunan F-15E, dimensi dan kinerja dasarnya mengacu pada keluarga Strike Eagle. Mengutip laman resmi Angkatan Udara AS, berikut spesifikasi umum F-15SR:
  • Jenis: Pesawat tempur multiperan dua kursi
  • Produsen awal: McDonnell Douglas, kemudian Boeing
  • Program modernisasi: F-15SR (Saudi Retrofit)
  • Awak: 2 orang
  • Panjang: Sekitar 19,44 meter
  • Lebar sayap: Sekitar 13 meter
  • Tinggi: Sekitar 5,6 meter
  • Luas sayap: Sekitar 56,5 meter persegi
  • Berat maksimum lepas landas: Sekitar 36.700 kilogram
  • Mesin: Dua turbofan F110-GE-129 dengan afterburner
  • Daya dorong: Kelas 29.000 pon (sekitar 129 kilonewton) per mesin
  • Kecepatan maksimum: Lebih dari Mach 2,5 pada ketinggian optimal
  • Ketinggian operasi maksimum: Sekitar 18.000 meter
  • Jangkauan jelajah: Sekitar 3.840 kilometer
  • Radar: AN/APG-63(V)3 AESA
  • Sistem peperangan elektronik: DEWS dan CMWS
  • Jaringan data: Link 16 MIDS/LVT
  • Sistem helm: JHMCS
  • Meriam: M61A1 Vulcan 20 milimeter
  • Kapasitas muatan: Hingga sekitar 13 ton pada konfigurasi keluarga F-15SA
  • Peran: Pertempuran udara, serangan darat, serangan antiradar, serangan maritim, dan pengintaian
Program F-15SR pada dasarnya memperpanjang masa pakai F-15S dengan mengintegrasikan radar AESA, mesin yang lebih bertenaga, kokpit digital, jaringan data, sistem peperangan elektronik, serta persenjataan modern. Kemampuannya mendekati F-15SA, meski tetap menggunakan kerangka badan F-15S.
 

Radar AESA APG-63(V)3

Salah satu peningkatan terpenting pada F-15SR adalah instalasi radar AN/APG-63(V)3 Active Electronically Scanned Array (AESA) buatan Raytheon. Berbeda dari radar konvensional yang menggerakkan antena secara mekanis, radar AESA mengarahkan pancaran secara elektronik.

Sistem ini dapat memindai wilayah udara secara cepat, memperbarui posisi sasaran dalam waktu singkat, dan melacak beberapa sasaran secara bersamaan. Radar tersebut mendukung misi udara-ke-udara serta serangan presisi terhadap sasaran di darat maupun laut.

Kemampuan radar AESA juga memungkinkan F-15SR mengoperasikan rudal AIM-120 AMRAAM untuk menyerang sasaran di luar jangkauan pandang (beyond-visual-range). Pesawat dapat melacak beberapa target dan memberikan pembaruan pemanduan kepada rudal setelah diluncurkan.
   

Persenjataan F-15SR

F-15SR dilengkapi meriam internal M61A1 Vulcan kaliber 20 milimeter sebagai senjata jarak dekat. Meriam enam laras tersebut dapat digunakan terhadap target udara maupun permukaan. Berdasarkan rilis pers Defense Security Cooperation Agency (DSCA) pada 20 Oktober 2010, paket penjualan F-15SA dan peningkatan F-15S mencakup berbagai opsi persenjataan, antara lain:
  • Rudal udara-ke-udara jarak dekat AIM-9X Sidewinder
  • Rudal udara-ke-udara AIM-120C-7 AMRAAM
  • Rudal antikapal AGM-84 Block II Harpoon
  • Rudal antiradar AGM-88B HARM
  • Bom berpemandu laser GBU-24 Paveway III
  • Bom berpemandu satelit GBU-31 JDAM
  • Munisi berpemandu ganda laser dan GPS berbobot 500 serta 2.000 pon
  • CBU-105 Sensor Fuzed Weapon
  • Bom serbaguna Mk-82 dan Mk-84
Jika identifikasi nomor ekor 5539 terkonfirmasi, insiden di Marib menunjukkan pesawat yang diklaim ditembak jatuh Houthi merupakan salah satu jet tempur paling canggih dalam armada Saudi. Namun, penyebab pasti kehancuran, jenis senjata penyerang, kondisi awak, serta konfirmasi resmi masih menunggu rilis resmi Arab Saudi atau verifikasi independen.

(Riza Aslam Khaeron)