Petugas Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur tengah melakukan grebek lumpur di Saluran Penghubung (Phb) Cacing, Jalan Cacing, Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (16/9/2026). ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Timur.
Pemkot Jaktim Keruk Lumpur di Saluran Penghubung dan Kali Jelang Musim Hujan
Siti Yona Hukmana • 16 September 2026 11:11
Jakarta: Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur memaksimalkan tampungan air lewat pengerukan lumpur di saluran penghubung (Phb) Cacing, Jalan Cacing, Cakung Barat. Langkah ini dilakukan menjelang musim hujan untuk mengantisipasi banjir.
"Kegiatan grebek lumpur merupakan bagian dari upaya Pemkot Jakarta Timur memanfaatkan musim kemarau untuk melakukan pengerukan sedimentasi pada saluran Phb maupun kali," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 16 September 2026.
Saat musim kemarau dan debit air mulai surut, kata dia, kondisi sedimentasi di dalam saluran dapat terlihat dengan lebih jelas. Sehingga, lebih mudah melakukan pengerukan dan pembersihan.
"Musim kemarau ini harus kita manfaatkan dengan baik untuk saluran-saluran Phb maupun kali besar. Setelah air surut, terlihat sekali sedimentasinya cukup tebal dan apa saja yang ada di dalam saluran," ujar Munjirin.
Baca Juga :
121 Rumah Tak Layak Huni di Jaktim Direnovasi
“Kalau lumpurnya bisa terangkut semuanya, kapasitas saluran menjadi lebih besar. Contohnya, saluran ini informasinya memiliki kedalaman sekitar enam meter, sementara yang terlihat saat ini sekitar 1,2 meter. Berarti sisanya merupakan lumpur," ungkap Munjirin.
Selain pengerukan lumpur, pihaknya melakukan penataan dan pembersihan lingkungan, merapikan utilitas kabel udara yang semrawut, dan pemangkasan pohon. Dia meminta jajaran kecamatan dan kelurahan menginventarisasi perusahaan yang berada di sekitar Phb Cacing, khususnya perusahaan yang diduga membuang limbah langsung ke saluran.
"Kita imbau agar mempunyai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan pengolahan limbah yang baik, jangan dibuang begitu saja ke saluran," kata Munjirin.
(1).jpeg)
Ilustrasi hujan lebat di Jakarta. Metrotvnews.com
Sebelumnya, pembersihan dan pengerukan telah dilakukan di sejumlah saluran dan kali, di antaranya di wilayah Ciracas dan Kecamatan Jatinegara.
"Kita semua bergerak. Ini merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap Selasa dan Jumat, ditambah kegiatan kerja bakti pada hari Minggu," kata Munjirin.
Dengan bertambahnya kapasitas tampungan, tambah dia, air hujan dapat lebih banyak tertampung di dalam saluran, sehingga tidak meluap dan menggenangi badan jalan maupun lingkungan sekitar. Adapun kegiatan yang diawali dengan apel kebersihan tersebut melibatkan sekitar 150 petugas gabungan, terdiri dari Satuan Tugas Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, Pertamanan dan Hutan Kota.
Lalu, Suku Dinas Lingkungan Hidup, Gulkarmat Kota Jakarta Timur, serta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) se-Kecamatan Cakung.