Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Foto: Metro TV/Aris Setya.
Rano Karno: Transisi Pancaroba Lebih Panas, Waspada Sarang Nyamuk
Fachri Audhia Hafiez • 12 April 2026 20:58
Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memperingatkan masyarakat mengenai potensi lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) sebagai imbas fenomena El Nino pada semester kedua tahun 2026. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini tengah bersiap menghadapi masa transisi pancaroba yang diperkirakan akan berlangsung lebih lama dan suhu udara yang lebih panas.
"Penyakit pertama yang akan kita hadapi, apabila El Nino terjadi, yaitu DBD. Kami akan menyikapi masa transisi pancaroba yang diperkirakan jauh lebih panjang dan Jakarta atau Indonesia jauh lebih panas," ujar Rano di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 12 April 2026.
Sebagai langkah konkret, Pemprov DKI menggelar kerja bakti serentak di delapan kecamatan wilayah Jakarta Barat. Fokus utama aksi ini meliputi pengangkutan sampah terpilah, pengerukan lumpur, normalisasi saluran, hingga pembersihan badan air guna memutus rantai perkembangbiakan nyamuk.
Rano menegaskan bahwa tumpukan sampah dan saluran air yang tersumbat menjadi ancaman serius bagi kesehatan warga. Ia meminta masyarakat tidak membiarkan lingkungan kotor karena risiko penyakit menular tersebut sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak.
"Artinya, tumpukan seperti ini kalau tidak kita bersihkan, ini menjadi sarang nyamuk penyebab DBD dan sangat berbahaya untuk anak-anak," jelas Rano.
Selain pembersihan saluran, kerja bakti ini juga mencakup perbaikan fasilitas pedestrian, penebangan pohon rawan tumbang, hingga penataan kabel listrik. Rano berharap gerakan ini tidak berhenti di Jakarta Barat saja, melainkan menjadi rutinitas di seluruh wilayah ibu kota.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Freepik.com.
"Mudah-mudahan gerakan ini diikuti semua wilayah di Jakarta, juga termasuk Kepulauan Seribu," tambah Rano.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, tren kasus DBD dalam satu dasawarsa terakhir menunjukkan puncak kasus sering terjadi pada bulan April. Hal ini dipicu oleh peralihan musim yang disertai peningkatan suhu udara dan curah hujan.
Sejumlah wilayah seperti Cempaka Putih, Pasar Rebo, Mampang Prapatan, Kelapa Gading, hingga Kembangan tercatat sebagai kecamatan dengan jumlah kasus tertinggi dalam empat tahun terakhir. Pemprov DKI mengimbau warga tetap waspada dan aktif menjalankan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing.