Rano Karno Pastikan Nyepi Masuk Kalender Kegiatan Pemprov DKI

Tangkapan layar - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri acara Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 di Balai Kota DKI Jakarta. Foto: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.

Rano Karno Pastikan Nyepi Masuk Kalender Kegiatan Pemprov DKI

Fachri Audhia Hafiez • 12 April 2026 18:56

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan keagamaan seluruh umat sebagai pilar pembangunan sosial yang inklusif. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyatakan bahwa perayaan hari besar keagamaan, termasuk Nyepi, telah masuk dalam kalender kegiatan resmi Pemprov DKI, baik dalam dimensi budaya maupun religi.

“Kami sepakat dengan Gubernur, agar kalender kegiatan keumatan dalam konteks budaya terus dilanjutkan, sehingga perayaan Nyepi ke depan bisa semakin baik,” ujar Rano saat menghadiri acara Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 di Balai Kota DKI Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 12 April 2026.
 


Rano menilai perayaan Dharma Santi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang krusial untuk memperkuat kohesi sosial di tengah kemajemukan warga ibu kota. Ia mengapresiasi peran aktif umat Hindu yang konsisten menjaga harmoni dan toleransi di Jakarta.

Apresiasi senada juga datang dari pihak penyelenggara. Ketua Panitia Dharma Santi DKI Jakarta, I Dewa Gede Soni Aryawan, mengungkapkan rasa syukur atas dukungan penuh pemerintah daerah yang memfasilitasi kegiatan ini langsung di jantung pemerintahan Jakarta.

"Kami berterima kasih karena untuk pertama kalinya Dharma Santi dapat diselenggarakan di Balai Kota. Nilai persaudaraan universal menjadi fondasi penting untuk menjaga kerukunan, toleransi, dan solidaritas sosial di ibu kota," kata Soni.


Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Perayaan tahun ini mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam: DKI Jakarta Harmoni, Indonesia Maju”. Makna persaudaraan universal yang terkandung dalam tema tersebut dinilai sangat relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat Jakarta yang multikultural.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Suka Duka Hindu Dharma Jakarta Raya, KORPRI, serta pejabat teras di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Kegiatan ini menjadi penutup dari rangkaian Hari Suci Nyepi yang jatuh pada 19 Maret lalu, sekaligus mempertegas identitas Jakarta sebagai kota yang menghargai keberagaman.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)