Menteri PU Dorong Percepatan Sekolah Rakyat Tahap II di Surabaya

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (kedua dari kanan). Foto: ANTARA/HO-Kementerian PU.

Menteri PU Dorong Percepatan Sekolah Rakyat Tahap II di Surabaya

Fachri Audhia Hafiez • 12 April 2026 18:48

Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Kota Surabaya agar tuntas tepat waktu pada 20 Juni 2026. Proyek strategis ini disiapkan untuk menyambut tahun ajaran baru dan menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Progres di Surabaya ini bagus, sekitar 45 persen dan kualitasnya juga baik. Secara umum, pekerjaan pembangunan SR yang dikerjakan Waskita dan mitra berjalan dengan baik. Di Kabupaten Sampang juga hampir 40 persen," ujar Dody saat meninjau lokasi proyek di Surabaya, Jawa Timur, dilansir Antara, Minggu, 12 April 2026.
 


Dody mengakui adanya keterlambatan di beberapa lokasi lain, namun secara keseluruhan situasi masih terkendali. Ia memastikan tim di lapangan terus mengejar ketertinggalan agar target penyelesaian nasional tidak terganggu.

Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan instruksi langsung dari Presiden untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem. Melalui fasilitas pendidikan yang terintegrasi, anak-anak dari keluarga prasejahtera diharapkan mendapatkan akses belajar yang jauh lebih layak.

“Ini kan program prioritas Presiden untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui pendidikan yang layak, khususnya bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Caranya ya dengan menyekolahkan putra-putri mereka di sekolah yang proper dan baik, diasramakan, diberikan baju dan makanan bergizi,” tambah Dody.

Sekolah Rakyat Tahap II Surabaya yang berlokasi di Kelurahan Kedung Cowek ini berdiri di atas lahan seluas 6,6 hektare. Proyek yang dikerjakan oleh Waskita-CAG KSO ini dirancang untuk menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.


Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (kedua kanan). Foto: ANTARA/HO.

Fasilitas yang disediakan sangat komprehensif, mencakup asrama siswa, rumah susun guru, masjid, gedung serbaguna, hingga sarana olahraga seperti lapangan basket dan mini soccer. Sebanyak 571 tenaga kerja dikerahkan untuk memastikan seluruh infrastruktur pendukung, termasuk instalasi air bersih, selesai sesuai jadwal.

Dody menekankan pentingnya komitmen seluruh pihak agar fasilitas ini bisa segera digunakan. Ia meminta pengawasan di lapangan diperketat guna menjaga kualitas pekerjaan di tengah percepatan konstruksi.

“Saya minta seluruh pihak harus menjaga komitmen agar pembangunan dapat selesai tepat waktu. Insya Allah kalau progres-nya sudah bagus seperti ini akan selesai sebelum 20 Juni. Sehingga pada 1 Juli, fasilitas ini sudah dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar," tegas Dody.

Dody juga mengingatkan agar wilayah yang masih tertinggal segera melakukan langkah konkret, termasuk penambahan tenaga kerja, agar manfaat optimal dari Sekolah Rakyat ini dapat segera dirasakan masyarakat luas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)