Dolar AS dan Euro. Foto: Xinhua/Zheng Huansong.
Dolar AS Mulai Berani Menguat
Husen Miftahudin • 27 December 2025 09:08
New York: Dolar Amerika Serikat (AS) mulai berani menguat pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), setelah menjadi 'bulan-bulanan' enam mata uang dunia pada beberapa hari terakhir.
Mengutip Xinhua, Sabtu, 27 Desember 2025, indeks dolar, yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,05 persen menjadi 98,022.
Pada penutupan perdagangan di New York, euro turun menjadi USD1,1777 dari USD1,1784 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,35 dari USD1,3508 pada sesi sebelumnya.
Dolar AS diperdagangkan pada 156,50 yen Jepang, lebih tinggi dari 156,11 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,7891 franc Swiss dari 0,7882 franc Swiss.
Mata uang Negeri Paman Sam itu turun menjadi 1,3672 dolar Kanada dari 1,3674 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 9,16 krona Swedia dari 9,1744 krona Swedia.
| Baca juga: Meski Turun Tipis, Dolar AS Masih Bergerak Negatif |

(Dolar AS. Foto: Freepik)
Penurunan suku bunga Fed jadi sorotan
Mengutip Investing.com, ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) menjadi 'headline utama' para pelaku pasar keuangan untuk bergerak pada dolar AS.
Mereka mempertimbangkan ekspektasi penurunan suku bunga AS di masa mendatang, sehingga membuat dolar ambruk dalam beberapa hari terakhir.
Investor meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut pada 2026 seiring dengan meredanya inflasi. Imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih rendah juga menekan dolar, memberikan dukungan bagi mata uang Asia meskipun lingkungan perdagangan lesu.