Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara ledakan di KMP Aceh Hebat di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, Jumat, 12 Juni 2026. ANTARA/HO-Humas Polresta Banda Aceh
Polresta Banda Aceh Usut Penyebab Ledakan KMP Aceh Hebat 2
Silvana Febiari • 13 June 2026 13:09
Banda Aceh: Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh mengusut penyebab ledakan di kamar mesin kapal penyeberangan KMP Aceh Hebat 2. Peristiwa itu mengakibatkan 15 orang mengalami luka bakar.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh Komisaris Polisi Miftahuda Dhiza Fezuono mengatakan korban terdiri atas 14 orang mahasiswa atau taruna Politeknik Pelayaran Malahayati dan seorang anak buah kapal (ABK) KMP Aceh Hebat 2.
"Kami bersama tim Ditreskrimum Polda Aceh dan Ditpolairud Polda Aceh mendalami penyebab ledakan di KMP Aceh Hebat 2 yang mengakibatkan belasan orang mengalami luka bakar," kata Miftahuda, dilansir dari Antara, Sabtu, 13 Juni 2026.
Sebelum ledakan terjadi, belasan orang taruna pelayaran tersebut sedang mengikuti pendidikan lapangan (praktik) di kapal tersebut. Kapal baru tiba di Pelabuhan Ulee Lheue setelah berlayar dari Pelabuhan Balohan, Kota Sabang.
"Tiba-tiba ledakan terjadi. Kami belum bisa memastikan penyebab ledakan karena masih dalam penyelidikan. Ledakan terjadi di kamar mesin," ungkap Miftahuda.
Saat ini, para korban sedang menjalani perawatan medis di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUDZA) Banda Aceh. "Kami juga masih mengidentifikasi para korban. Menyangkut kondisi luka bakar korban, kami tidak bisa mengungkap secara terperinci. Nanti tim medis yang menyampaikannya. Secara umum, korban mengalami luka bakar ringan, sedang, dan berat," papar Miftahuda.

Korban kebakaran akibat ledakan di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 di IGD RSUDZA Banda Aceh, Jumat, 12 Juni 2026. ANTARA/M Haris SA
Sebelumnya, ledakan terjadi di kapal roro penyeberangan, KMP Aceh Hebat 2, yang sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, Jumat, 12 Juni 2026.
Ledakan di bagian kamar mesin kapal itu mengakibatkan belasan orang terluka dan harus dibawa ke RSUDZA Banda Aceh untuk mendapat perawatan medis. Mayoritas korban merupakan taruna atau mahasiswa Politeknik Pelayaran yang sedang mengikuti praktik lapangan di kapal tersebut.