Ilustrasi kekeringan. Foto: Dok. MGN.
BMKG: Babel Siaga Kekeringan, Kemarau Diprediksi hingga Awal 2027
Lukman Diah Sari • 11 August 2026 15:29
Pangkalpinang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menetapkan Kepulauan Babel berstatus siaga kekeringan sehingga berpotensi mengalami krisis air bersih selama musim kemarau di daerah itu.
"Kami mengimbau masyarakat lebih hemat dalam menggunakan air selama musim kemarau tahun ini," kata Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Kepulauan Babel, Slamet Supriyadi, di Pangkalpinang, Selasa, 11 Agustus 2026, melansir Antara.
"Penetapan status siaga ini untuk meningkatkan kewaspadaan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengantisipasi kekeringan sebagai dampak musim kemarau kering tahun ini," jelas dia.
Slamet menyatakan, puncak musim kemarau tahun ini akan terjadi pada September 2026 dan berakhir pada awal 2027, pada kisaran Januari hingga Februari tahun depan, sebagai dampak fenomena El Nino di daerah ini.
"Kami mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air dan melakukan alternatif-alternatif lainnya jika tidak ada lagi ketersediaan air di rumahnya. Misalnya, meminta bantuan air bersih ke BPBD dan menyediakan wadah penampungan air jika hujan turun," ujar Slamet.
.jpg)
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Kepulauan Babel, Slamet Supriyadi. ANTARA/Aprionis
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan baru dengan cara dibakar karena berpotensi memicu kebakaran lebih besar yang sulit dikendalikan atau dipadamkan.
"Selama musim kemarau yang disertai angin kencang ini, api akan sangat sulit dikendalikan karena semak belukar pada lahan-lahan kosong maupun hutan sudah banyak yang mengering. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran di lahan-lahan tersebut," jelas dia.