Mendiktisaintek Tekankan Perguruan Tinggi Harus Jadi Pabrik Ide

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto. Dok. Istimewa

Mendiktisaintek Tekankan Perguruan Tinggi Harus Jadi Pabrik Ide

Achmad Zulfikar Fazli • 20 December 2025 11:24

Jakarta: Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali memberikan penghargaan Anugerah Diktisaintek kepada sejumlah pemangku kepentingan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi di Graha Diktisaintek. Penghargaan ini dinilai sebagai bentuk apresiasi atas capaian kinerja dan kontribusi para penerima penghargaan dalam mendukung kebijakan kementerian.

“Dengan caranya masing-masing, Bapak/Ibu semua berkontribusi signifikan untuk kemajuan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi di Indonesia,” ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, dalam keterangannya, dilansir Sabtu, 20 Desember 2025.

Dalam era informasi yang berkembang pesat, Kemdiktisaintek melalui berbagai programnya terus mendorong kolaborasi yang erat antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri, media, dan masyarakat.

Di tengah era disrupsi, di mana perubahan terjadi begitu cepat, riset dan inovasi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan karena menjadi pilar daya saing bangsa. Mendiktisaintek menekankan pendidikan tinggi harus menjadi pabrik ide, tempat di mana rasa ingin tahu bertemu dengan kebutuhan nyata bangsa.

“Kepada para penerima anugerah hari ini, izinkan saya menitipkan pesan. Jangan pernah merasa selesai, jangan pernah merasa puas, teruslah berkontribusi. Jadikan penghargaan ini sebagai motivasi lebih agar bangsa ini dapat sejajar dengan bangsa-bangsa maju yang ada di dunia,” tegas Menteri Brian.

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Togar Simatupang, mengatakan total Kemdiktisaintek memberikan 572 penghargaan dari 15 subkategori. Terdiri dari Anugerah Mitra Pendukung Diktisaintek, Anugerah Bidang Pengawasan, Anugerah Pendidikan Tinggi, Anugerah Sains dan Teknologi, Anugerah Riset dan Pengembangan.

Kemudian, Anugerah Data dan Informasi, Anugerah Pembiayaan Pendidikan Tinggi, Anugerah Protokol, Anugerah Humas, Anugerah Kerja Sama, Anugerah Perencanaan, Anugerah Jurnalis dan Media, Anugerah Mitra Kerja Strategis Bidang Hukum, Anugerah Keuangan dan BMN, dan Pegawai Berprestasi.

“Seluruh kategori penghargaan dalam Anugerah Diktisaintek 2025 telah melalui tahapan seleksi yang komprehensif, meliputi proses penjurian dan penarikan data untuk menilai kinerja perguruan tinggi, LLDikti, maupun para mitra dari kementerian/lembaga, dunia usaha, dan dunia industri yang memberikan dampak bagi masyarakat,” jelas Togar. 
 

Baca Juga: 

Alumni IPB Diajak Terus Berkontribusi Nyata untuk Bangsa


Ajang ini diharapkan dapat menjadi dorongan dan motivasi untuk terus meningkatkan kinerjanya dalam mendukung pelaksanaan program dan kebijakan Diktisaintek Berdampak. Ke depan, Kemdiktisaintek akan terus memperkuat tata kelola program dan kebijakan melalui peningkatan harmonisasi regulasi, penguatan akuntabilitas, serta optimalisasi koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. 

“Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pelaksanaan program dan kebijakan Kemdiktisaintek secara menyeluruh, sehingga kontribusi seluruh pemangku kepentingan dapat semakin optimal dan berdaya guna dalam meningkatkan mutu ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi di Indonesia,” ujar Togar. 

Penguatan Kontribusi Sivitas


Para penerima anugerah menyampaikan kegiatan ini sebagai ruang refleksi sekaligus pemacu bagi perguruan tinggi dan pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kontribusi nyata pendidikan tinggi bagi masyarakat.

“IPB mendapat 15 anugerah. Hal ini menunjukkan pengakuan terhadap kinerja IPB. Kami harap, kegiatan ini terus disempurnakan sejalan dengan visi Diktisaintek yang ingin seluruh kampus di Indonesia bisa berdampak,” kata Wakil Rektor Bidang Konektivitas Global, Kerja Sama, dan Alumni IPB, Iskandar Siregar.

Apresiasi serupa disampaikan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) yang melihat Anugerah Diktisaintek sebagai instrumen penguatan kualitas layanan dan akuntabilitas sistem pendidikan tinggi di daerah.

“Kami sangat bangga atas kerja keras tim kerja kami yang mendapat anugerah di kategori Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan di kategori Pelaporan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti),” jelas Kepala LLDikti Wilayah I Sumatra Utara, Saiful Anwar Matondang.

Kemdiktisaintek juga menyerahkan donasi untuk masyarakat terdampak bencana Sumatra yang dihimpun melalui penggalangan donasi “Diktisaintek Peduli”. Hasil donasi diserahkan langsung oleh Mendiktisaintek, Brian Yuliarto, kepada perwakilan dari Aceh yang diwakili Universitas Syiah Kuala (USK), Sumatra Barat, diwakili LLDikti Wilayah X, dan Sumatra Utara diwakili Universitas Sumatra Utara (USU).

Melalui gerakan ini, Kemdiktisaintek menguatkan komitmen untuk mengawal pemulihan pascabencana di Sumatra dengan pendekatan keilmuan, keahlian, dan kemanusian, kolaborasi dan sinergi antarkampus untuk mempercepat pemulihan dan rekonstruksi di wilayah terdampak.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)